Materi, Soal, dan Pembahasan – Penaksiran Rata-Rata Satu Populasi

Penaksiran

Penaksiran (estimation) adalah proses untuk memperkirakan nilai dari suatu parameter populasi dari sampel yang diambil. Dalam penaksiran, kita melakukan inferensi untuk menduga nilai parameter populasi yang terlibat sehingga sangat memungkinkan terjadinya galat (error). Meskipun begitu, peran statistika menjadi begitu krusial karena kita berusaha untuk meminimalisasi terjadinya galat tersebut agar bernilai sekecil-kecilnya. Lebih lanjut, parameter populasi yang dimaksud umumnya berupa rata-rata (mean), proporsi (proportion), dan varians (variance).

Pada artikel ini, kita akan memfokuskan bahasan pada penaksiran rata-rata satu populasi.

Misalkan terdapat satu populasi dengan rata-rata μ dan varians σ2. Taksiran titik dari μ diberikan oleh statistik X. Oleh karena itu, untuk mendapatkan taksiran titik dari μ, kita harus memilih dua sampel acak bebas berukuran n dari populasi tersebut. Ini menyebabkan kita harus memperhatikan distribusi penyampelan dari X.

Berdasarkan teorema limit pusat, kita dapat menduga bahwa distribusi penyampelan (sampling distribution) dari X cenderung normal dengan rata-rata μX=μ dan simpangan baku σX=σ/n. Misalkan zα/2 merupakan nilai-z yang berasosiasi dengan luas sebesar α/2 di bawah kurva normal (lihat gambar di bawah) sehingga diperoleh
p(zα/2<Z<zα/2)=1αdengan
Z=Xμσ/n.Lebih lanjut, 1α disebut sebagai derajat kepercayaan (degree of confidence), atau kadang juga dikenal sebagai koefisien kepercayaan (confidence coefficient).
Distribusi normalDengan demikian,

p(zα/2<Xμσ/n<zα/2)=1αp(zα/2σ/n<Xμ<zα/2σ/n)=1αp(Xzα/2σ/n<μ<X+zα/2σ/n)=1αp(Xzα/2σ/n<μ<X+zα/2σ/n)=1α.Dari sini, kita peroleh cara untuk melakukan penaksiran rata-rata satu populasi jika varians populasi diketahui sebagai berikut.

Selang Kepercayaan untuk μ, σ2 Diketahui

Jika x adalah rata-rata suatu sampel acak berukuran n dari suatu populasi yang variansnya sebesar σ2, maka selang kepercayaan 100(1α)% untuk μ diberikan oleh
xzα/2σn<μ<x+zα/2σndengan zα/2 merupakan nilai-z sehingga luas di bawah kurva normal di sebelah kanannya sebesar α/2.

Ukuran sampel ternyata memiliki andil yang besar. Jika sampel yang diambil berukuran kecil (n<30) dan berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal, derajat kepercayaan cenderung tidak akurat sehingga kurang dapat digunakan untuk menaksir. Sebaliknya, jika sampel yang diambil ukurannya besar, yaitu n30, serta taknormal dengan grafik distribusi yang tidak terlalu menceng positif maupun negatif, teori penyampelan memberikan hasil penaksiran yang baik.

Selang kepercayaan 100(1α)% menginformasikan keakuratan estimasi dari penaksiran titik yang dimiliki. Jika μ merupakan nilai pusat dari selang, maka x menaksir μ tanpa ada galat sama sekali. Namun, kasus ini sepertinya sangat jarang terjadi. Dengan kata lain, x cenderung tidak sama dengan μ. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya galat. Dalam konteks ini, besarnya galat adalah nilai mutlak dari μx dan kita 100(1α)% yakin bahwa besarnya galat tidak mungkin melebihi zα/2σn. Dari pendekatan tersebut, kita dapat merumuskan teorema terkait galat dalam penaksiran rata-rata satu populasi sebagai berikut.

Teorema 2: Besarnya Galat dalam Penaksiran

Jika x digunakan untuk menaksir μ, kita 100(1α)% yakin bahwa galat yang muncul karena penaksiran tersebut tidak akan melebihi zα/2σn.

Besarnya sampel turut memengaruhi besarnya galat. Dalam hal ini, kita ingin mengetahui seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan untuk memastikan bahwa galat yang terjadi karena menaksir μ kurang dari suatu nilai tertentu, katakanlah e. Berdasarkan Teorema 1, kita harus memilih n sehingga zα/2σn=e. Kemudian, gunakan persamaan ini untuk mencari nilai n.

Teorema 2: Ukuran Sampel Minimum untuk Membatasi Besarnya Galat

Jika x digunakan untuk menaksir μ, kita 100(1α)% yakin bahwa galat yang muncul karena penaksiran tersebut tidak akan melebihi suatu nilai tertentu, katakanlah e, ketika ukuran sampelnya adalah
n=(zα/2σe)2.

Ketika menentukan nilai n dengan Teorema 2 di atas, kita bisa jadi mendapatkan nilai n dalam bentuk pecahan desimal. Jika demikian, selalu bulatkan ke atas terlepas dari aturan pembulatan pada umumnya. Sebagai contoh, jika perhitungan menghasilkan n=27,42, maka n=28 merupakan ukuran sampel minimumnya.

Bagaimana cara menaksir rata-rata populasi jika simpangan populasi tidak diketahui? Ketika suatu sampel acak diambil dari populasi yang berdsitribusi normal, variabel acak T=XμS/n berdistribusi-t Student dengan derajat kebebasan n1. Sebagai informasi, Student merupakan nama samaran (pseudonim) dari statistikawan Inggris, William Sealy Gosset (1876–1937). Dalam hal ini, S merupakan simpangan baku sampel. Jadi, saat simpangan baku populasi σ tidak diketahui, variabel acak T dapat digunakan untuk menaksir kepercayaan untuk rata-rata populasi μ. Prosedur menemukan cara menentukan selang kepercayaan dalam hal ini serupa seperti kasus ketika varians populasi diketahui. Yang membedakannya adalah σ diganti menjadi S dan distribusi normal diganti menjadi distribusi-t.

Perhatikan gambar berikut.
Distribusi-t
Berdasarkan gambar di atas, diperoleh
p(tα/2<T<tα/2)=1αdengan tα/2 adalah nilai-t dengan derajat kebebasan n1 yang berasosiasi dengan luas sebesar α/2 di bawah kurva distribusi-t. Kesimetrisan distribusi-t mengakibatkan luas yang sama di sebelah kiri nilai tα/2, yaitu α/2. Substitusi nilai T akan menghasilkan
p(tα/2<XμS/n<tα/2)=1α.Sedikit manipulasi aljabar akan mengantarkan kita pada
p(Xtα/2Sn<μ<X+tα/2Sn)=1α.Dari sini, kita peroleh cara untuk melakukan penaksiran rata-rata satu populasi jika varians populasi tidak diketahui sebagai berikut.

Selang Kepercayaan untuk μ, σ2 Tidak Diketahui

Jika x adalah rata-rata suatu sampel acak berukuran n dari suatu populasi dengan varians σ2 yang tidak diketahui, maka selang kepercayaan 100(1α)% untuk μ diberikan oleh
xtα/2sn<μ<x+tα/2sndengan tα/2 merupakan nilai-t dengan derajat kebebasan n1 yang memiliki luas di bawah kurva distribusi-t sebesar α/2 di sebelah kanan.

Selang kepercayaan yang dibahas pada paragraf sebelumnya bersisi-dua (two-sided) (memiliki batas atas dan batas bawah). Meskipun begitu, cukup banyak kasus yang hanya memerlukan salah satu batas. Tanpa mengurangi keumuman, dengan cara yang serupa seperti mengembangkan kasus dua-sisi, kita dapat menggunakan teorema limit pusat untuk memperoleh
p(Xμσ/n<zα)=1α.Dengan menggunakan sedikit aljabar, diperoleh
p(μ<X+zασ/n)=1α.Jadi, kita memperoleh batas kepercayaan satu-sisi untuk μ jika σ2 diketahui yang dirumuskan sebagai berikut.

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Uji Rata-Rata Satu Populasi

Batas Kepercayaan Satu-Sisi untuk μ, σ2 Diketahui

Jika x adalah rata-rata suatu sampel acak berukuran n dari suatu populasi yang variansnya sebesar σ2, maka batas kepercayaan 100(1α)% satu-sisi untuk μ diberikan oleh
Batas satu-sisi atas:    x+zασ/n;Batas satu-sisi bawah:    xzασ/n.

Selang Kepercayaan untuk Sampel Besar

Meskipun suatu populasi tidak dapat diasumsikan normalitasnya (atau tidak berdistribusi normal) dan σ tidak diketahui, para statistikawan merekomendasikan agar s dapat menggantikan σ sehingga selang kepercayaannya menjadi
x±zα/2snasalkan sampel yang digunakan berukuran besar, yaitu n30 serta distribusi populasinya tidak terlalu menceng (skewed). Selang kepercayaan seperti ini sering disebut sebagai selang kepercayaan sampel-besar (large-sample confidence interval). Tentu saja, ini sekadar asumsi. Namun, semakin besar ukuran sampel yang diambil, penaksiran akan semakin akurat dan mendekati nilai parameter populasi yang sebenarnya. Di sisi lain, pengambilan sampel dengan ukuran yang besar akan mengorbankan dana, tenaga, dan waktu sehingga ini perlu dipertimbangkan secara bijak oleh peneliti.


Artikel ini ditulis berdasarkan beberapa sumber, termasuk sumber berbahasa Inggris. Salah satu sumber yang digunakan di antaranya adalah buku “Probability & Statistics for Engineers & Scientists” yang ditulis oleh Ronald E. Walpole dkk. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi kesalahan penafsiran, padanan untuk beberapa kata/istilah diberikan dalam tabel berikut.

No.Bahasa IndonesiaBahasa Inggris1.PenaksiranEstimation2.Sampel AcakRandom Sample3.Teori PenyampelanSampling Theory4.Distribusi PenyampelanSampling Distribution5.Rata-RataMean6.Simpangan BakuStandard Deviation7.GalatError8.Galat BakuStandard Error9.Nilai-zz-Value10.Nilai-tt-Value11.Selang KepercayaanConfidence Interval12.Taraf SignifikansiSignificance Value13.Derajat KebebasanDegree of Freedom14.Rata-Rata HakikiTrue Mean15.Batas AtasUpper Bound16.Batas BawahLower Bound17.Teorema Limit PusatCentral Limit Theorem18.Distribusi NormalNormal Distribution19.Distribusi-t StudentStudent’s t-Distribution20.Derajat KepercayaanDegree of Confidence21.KemencenganSkewness


Quote by Richard Feynmann

Study hard what interests you the most in the most undisciplined, irreverent and original manner possible.

Catatan: Hasil perhitungan yang dilakukan dalam setiap soal bisa jadi sedikit berbeda karena masalah pembulatan.  Anda seharusnya tidak dianggap salah jika terjadi kasus seperti itu. Lebih lanjut, silakan unduh tabel-z dan tabel-t untuk menjawab soal-soal penaksiran di bawah.

Bagian Uraian

Soal Nomor 1

Berdasarkan 100 laporan kematian di AS yang diambil secara acak, diperoleh bahwa rata-rata usia hidup orang AS adalah 71,8 tahun dengan simpangan baku 8,9 tahun.

  1. Tentukan selang kepercayaan 90% untuk rata-rata populasi dari usia hidup orang AS.
  2. Tentukan selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi dari usia hidup orang AS.

Pembahasan

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Uji Selisih Rata-Rata Dua Populasi Bebas

Soal Nomor 2

Berikut ini adalah data lamanya pengeboran oleh suatu mesin pada pengeboran minyak dalam satuan jam.
14,513,813,614,614,113,514,313,313,814,313,313,8Asumsikan lamanya pengeboran berdistribusi normal.

  1. Tentukan selang kepercayaan 80% untuk rata-rata populasi data tersebut.
  2. Tentukan selang kepercayaan 90% untuk rata-rata populasi data tersebut.

Pembahasan

Soal Nomor 3

Seorang peneliti berencana mendata berat badan penduduk di Desa Makmur Sentosa. Diketahui bahwa berat badan penduduk di desa tersebut berdistribusi normal dengan simpangan baku σ=10 kilogram. Karena keterbatasan waktu, ia mengambil sampel acak berupa 30 orang penduduk dan memperoleh informasi bahwa rata-rata berat badan mereka adalah 50 kilogram.

  1. Tentukan selang kepercayaan 70% untuk rata-rata populasi data tersebut.
  2. Tentukan selang kepercayaan 98% untuk rata-rata populasi data tersebut.

Pembahasan

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Uji Selisih Rata-Rata Dua Populasi Berpasangan

Soal Nomor 4

Sampel acak dari 12 alumnus sekolah tinggi kesekretariatan tertentu menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan mengetik mereka adalah 79,3 kata per menit dengan simpangan baku sebesar 7,8 kata per menit. Dengan mengasumsikan banyaknya kata yang diketik setiap menit berdistribusi normal, tentukan selang kepercayaan 95% untuk rata-rata banyaknya kata yang diketik per menit oleh semua alumnus sekolah tinggi tersebut.

Pembahasan

Soal Nomor 5

Berikut ini merupakan data tekanan darah sistolik (dalam mmHg) dari 14 pasien yang menjalani terapi penyembuhan hipertensi.
183152178157194163144194163114178152118158Asumsikan tekanan darah sistolik berdistribusi normal.

  1. Tentukan batas 95% bawah untuk rata-rata populasi data tersebut.
  2. Tentukan batas 95% atas untuk rata-rata populasi data tersebut.
  3. Tentukan selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi data tersebut.

Pembahasan

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Penaksiran Varians Satu Populasi

Soal Nomor 6

Seorang mahasiswa melakukan penelitian kecil terkait hubungan tingkat pendidikan terakhir terhadap jumlah uang yang dibelanjakan setiap bulan. Untuk itu, ia melakukan survei kepada 19 orang yang dipilih secara acak dan mendapatkan informasi terkait pendidikan terakhir mereka beserta jumlah uang yang dibelanjakan mereka setiap bulan (dalam ratusan ribu rupiah).
SD87101911SMP1211161012SMA1020151819S-113121415Asumsikan keempat populasi berdistribusi normal dan variansnya tidak diketahui. Tentukan selang kepercayaan 90% untuk masing-masing tingkat pendidikan terakhir tersebut.

Pembahasan

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Penaksiran Selisih Rata-Rata Dua Populasi Bebas

Soal Nomor 7

Suatu komponen memiliki rata-rata sampel dari lamanya waktu pemakaian sebesar 31.485 jam dan simpangan baku populasi sebesar 9.000 jam. Perusahaan membuat selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi, yaitu
28.151<μ<34.819.Tentukan banyaknya sampel yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Pembahasan

Soal Nomor 8

Seorang pakar ingin menentukan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengebor tiga lubang pada suatu penjepit logam. Berapa banyak sampel yang dibutuhkan agar ia 95% yakin bahwa rata-rata sampelnya akan menyimpang kurang dari 15 detik terhadap rata-rata hakikinya? Asumsikan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa σ=40 detik.

Pembahasan

Baca: Materi, Soal, dan Pembahasan – Penaksiran Selisih Rata-Rata Dua Populasi Berpasangan

Soal Nomor 9

Seorang peneliti di UCLA (University of California, Los Angeles) menyatakan bahwa umur tikus dapat diperpanjang 25% jika kalori dalam makanannya dikurangi sebanyak 40% sejak tikus itu disapih (dihentikan dari proses menyusui). Makanan tersebut kemudian diperkaya dengan vitamin dan protein. Dari penelitian terdahulu, diketahui bahwa simpangan baku umur tikus dengan pola makan seperti itu adalah 5,8 bulan. Peneliti lain melakukan percobaan terhadap beberapa ekor tikus yang diambil secara acak dari populasi tikus tersebut. Jika ia ingin rata-rata umur tikus-tikus tersebut lebih lama 2 bulan dari rata-rata populasinya, dengan derajat kepercayaan 95%, berapa ekor tikus yang harus dijadikan sampel?

Pembahasan

Soal Nomor 10

Sampel acak dari 50 mahasiswa di suatu universitas menunjukkan bahwa rata-rata tinggi badan mereka adalah 174,5 cm dengan simpangan baku 6,9 cm.

  1. Buatlah selang kepercayaan 98% untuk rata-rata tinggi badan dari semua mahasiswa di universitas tersebut.
  2. Apa yang dapat disimpulkan dengan 98% kepercayaan terkait besarnya galat jika taksiran rata-rata tinggi badan semua mahasiswa di universitas tersebut adalah 174,5 cm?

Pembahasan