Prediksi TKA Biologi Tingkat SMA Tahun 2026

Tes Kemampuan Akademik (TKA), atau academic ability test adalah salah satu bentuk asesmen yang dikembangkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmendik), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk memotret capaian akademik siswa secara objektif, terukur, dan adil. TKA pertama kali mulai diselenggarakan pada tahun 2025. TKA diselenggarakan sebagai asesmen sukarela yang dapat diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Kehadiran TKA didasarkan pada kebutuhan akan instrumen evaluasi yang terstandar secara nasional sehingga hasilnya tidak hanya menjadi gambaran pencapaian individu, tetapi juga dapat dipakai sebagai tolok ukur dalam mengidentifikasi posisi capaian belajar siswa dibandingkan dengan standar kompetensi yang berlaku. Dengan demikian, TKA tidak dimaksudkan sebagai ujian yang menimbulkan beban, melainkan sebagai sarana diagnosis akademik yang bermanfaat bagi siswa, guru, maupun sekolah.

Baca: Soal dan Pembahasan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SMA Paket 1

Lebih jauh, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi mendasar yang mencakup pengetahuan dan keterampilan akademik inti, seperti literasi membaca, literasi matematika (numerasi), serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan berbagai mata pelajaran. Melalui soal-soal yang disusun secara sistematis dan terstandar, asesmen ini tidak hanya menilai kemampuan menghafal, tetapi juga menekankan pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Hasil TKA kemudian dapat digunakan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif, baik bagi siswa dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, maupun bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, TKA juga memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional. Data hasil tes ini dapat menjadi sumber informasi yang kredibel bagi sekolah, pemerintah daerah, maupun pemangku kebijakan di tingkat pusat dalam merumuskan program peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya pelaporan capaian akademik yang bersifat individual, sekolah dapat mengetahui kebutuhan belajar siswanya secara lebih rinci, sementara orang tua dapat memahami perkembangan anaknya secara lebih objektif. Dengan kata lain, TKA hadir bukan hanya untuk menilai, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi dasar siswa, serta penciptaan ekosistem pendidikan yang lebih berkeadilan.

Baca: Soal dan Pembahasan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SMP Paket 2

Secara teknis, TKA untuk level SMA dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi CBT, sama seperti penyelenggaraan OSN dan ANBK. Untuk mengikuti TKA, siswa SMA akan menghadapi 3 mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, dan 2 mata pelajaran pilihan. Kebijakan ini mungkin bakal berubah sewaktu-waktu sehingga perlu ditelaah kembali.

Baca: Soal dan Pembahasan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SMP Paket 1

Dari segi format soal, soal TKA tidak hanya berbentuk pilihan ganda biasa, tetapi juga memuat soal berbentuk pilihan ganda kompleks (PGK). Ada dua jenis PGK, yaitu PGK Kategori (soal benar-salah atau setuju-tidak setuju) dan PGK Multiple Choice Multiple Answer (MCMA) (centang beberapa pernyataan yang benar). Ini berarti, format soal TKA mengadopsi soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang juga tidak hanya memuat soal pilihan ganda. Hal ini berbeda dengan soal Ujian Nasional (UN) yang dulunya diselenggarakan dalam bentuk soal pilihan ganda biasa saja.

Untuk mempersiapkan TKA dengan lebih matang, berikut telah disediakan soal prediksi TKA Biologi Tingkat SMA Tahun 2026 yang selaras dengan kerangka kisi-kisi yang dikeluarkan pemerintah. Sebagai informasi, Biologi merupakan salah satu mapel pilihan TKA. Semoga dapat dijadikan sumber belajar untuk meningkatkan pemahaman jika Anda memilih Biologi saat TKA.

Baca: Soal dan Pembahasan – Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika Tingkat Lanjut SMA Paket 2

Jika Anda ingin mengunduh versi PDF dari soal-soal ini, Anda dapat mengakses ke folder soal mathcyber1997.com dengan mendaftar di bit.ly/Akses_SoalFolder soal tersebut berisi soal UTBK-SNBT, soal persiapan CPNS-PPPK, soal psikotes, soal TPA, soal ujian masuk perguruan tinggi (termasuk STAN), soal kompetisi matematika (termasuk OSN dan ON MIPA), dan masih banyak lagi. Selain itu, Anda juga dapat mengecek seluruh produk kami via tautan lynk.id/mathcyber1997.

Today Quote

Every morning you have two choices: Continue to sleep with your good dreams or wake up and chase them.

Soal Nomor 1

Burung jalak sering terlihat hinggap di punggung kerbau liar di padang rumput sabana. Burung ini memakan kutu dan parasit yang menempel pada tubuh kerbau, sehingga tubuh kerbau menjadi lebih bersih dan terbebas dari gangguan parasit. Sementara itu, burung jalak memperoleh sumber makanan yang mudah didapatkan dari tubuh kerbau tanpa harus mencari ke tempat lain.
Dalam interaksinya dengan kerbau, burung jalak akan ….

  1. berkompetisi dengan kerbau untuk mendapatkan makanan
  2. memanfaatkan tubuh kerbau sebagai sumber nutrisi tanpa memberi keuntungan
  3. melekatkan diri pada tubuh kerbau untuk mendapatkan tempat berlindung
  4. memperoleh makanan sekaligus membantu membersihkan tubuh kerbau dari parasit
  5. hidup bebas berdampingan dengan kerbau tanpa saling memengaruhi

Soal Nomor 2

Sekelompok murid SMA melakukan percobaan kerja enzim protease dengan menggunakan putih telur sebagai substrat. Putih telur dimasukkan ke dalam tiga tabung reaksi dengan label berturut-turut A, B, dan C dengan perlakuan yang berbeda. Ketiga tabung reaksi tersebut selanjutnya ditempatkan ke dalam bak yang berisi air dengan suhu 37°C selama 30 menit. Perlakuan dan hasil percobaan untuk setiap tabung reaksi adalah sebagai berikut.
$$\begin{array}{|c|l|l|} \hline \textbf{Tabung} & \textbf{Perlakuan} & \textbf{Kondisi Larutan} \\ \hline \text{A} & \text{2 ml putih telur + 1 ml protease} & \text{Agak keruh} \\ \hline \text{B} & \text{2 ml putih telur + 1 ml protease + 1 ml HCl} & \text{Bening} \\ \hline \text{C} & \text{2 ml putih telur + 1 ml protease + 1 ml NaOH} & \text{Keruh} \\ \hline \end{array}$$
Aktivitas enzim diamati dari kondisi larutan tiap tabung. Makin bening larutan, maka makin optimal kerja enzim protease.
Berdasarkan hasil percobaan ini, faktor utama yang memengaruhi kerja enzim protease adalah ….

  1. konsentrasi enzim protease dalam tabung reaksi
  2. pH lingkungan tempat enzim protease bekerja
  3. jenis substrat yang digunakan dalam percobaan
  4. suhu larutan selama percobaan berlangsung
  5. waktu inkubasi enzim protease dengan substrat

Soal Nomor 3

Seorang sopir bus antarkota berusia 50 tahun mengalami kecelakaan tunggal setelah bus yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan pada dini hari. Berdasarkan keterangan penumpang, sopir terlihat sering menguap dan sempat tertidur sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Riwayat medis dan keterangan keluarga menunjukkan ia memiliki kebiasaan mendengkur sangat keras setiap malam disertai jeda napas yang terdengar berulang saat tidur. Pemeriksaan medis mengungkapkan adanya gangguan obstructive sleep apnea (OSA), yaitu ketika saluran napas atas tersumbat berulang kali saat tidur. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan pasien juga mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dengan baik.
Berdasarkan informasi tersebut, hubungan gejala yang dialami sopir tersebut dengan komplikasi yang muncul adalah….

  1. penyumbatan saluran napas berulang saat tidur menyebabkan penurunan oksigen yang memicu peningkatan tekanan darah
  2. dengkur keras menandakan kualitas tidur yang baik sehingga tidak berkaitan dengan tekanan darah tinggi
  3. microsleep terjadi karena saluran napas tetap terbuka sepanjang malam sehingga tubuh kekurangan istirahat
  4. kelebihan oksigen saat tidur membuat pasien lebih jarang mengalami kantuk berlebihan pada siang hari
  5. hipertensi muncul akibat peningkatan kadar oksigen darah yang memicu otot jantung bekerja lebih ringan

Soal Nomor 4

Perhatikan ilustrasi respirasi seluler berikut ini.

TKA Biologi

Tahap yang diberi label B merupakan rangkaian reaksi yang berlangsung setelah pembentukan asetil KoA. Pernyataan yang benar mengenai proses pada tahap B adalah ….

  1. asetil KoA mengalami serangkaian reaksi oksidasi yang menghasilkan NADH, FADH₂, ATP (atau GTP), dan karbon dioksida
  2. glukosa dipecah menjadi dua molekul asam piruvat dengan menghasilkan ATP sebagai sumber energi utama sel
  3. oksigen berfungsi sebagai akseptor elektron pertama sehingga terbentuk NADH dalam jumlah besar
  4. energi cahaya digunakan untuk membentuk senyawa organik yang akan dioksidasi pada tahap berikutnya
  5. sebagian besar ATP dihasilkan melalui perpindahan elektron pada membran plasma

Soal Nomor 5

Seorang murid tertarik menyelidiki bagaimana intensitas cahaya memengaruhi pertumbuhan ikan hias di akuarium ruang laboratorium sekolah. Ia mengamati bahwa akuarium yang diletakkan dekat jendela dengan pencahayaan alami tampak memiliki ikan yang lebih aktif dibandingkan akuarium yang diletakkan di sudut ruangan dengan pencahayaan minim. Murid tersebut merancang penyelidikan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan ikan hias selama satu bulan, dengan mencatat data di beberapa akuarium yang memiliki tingkat pencahayaan yang bervariasi.
Langkah pertama yang harus dilakukan murid dalam proses pengumpulan data adalah ….

  1. mengukur panjang tubuh ikan setiap hari di akuarium yang paling banyak terkena cahaya
  2. menentukan titik pengamatan yang konsisten dan mencatat intensitas cahaya di tiap akuarium secara berkala
  3. mengganti seluruh air akuarium sebelum memulai pengamatan agar hasilnya tidak terganggu
  4. menyimpulkan bahwa intensitas cahaya adalah faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ikan
  5. memindahkan seluruh ikan ke satu akuarium dengan pencahayaan yang lebih terkontrol

Soal Nomor 6

Lili ingin membuat es krim vanila dengan menggunakan campuran susu, gula, krim, ekstrak vanila, serta bubuk gelatin sebagai pengental. Ia membaca bahwa nanas segar dapat mengurangi kekentalan es krim. Untuk menguji hal tersebut, Lili menyiapkan dua wadah es krim dengan perlakuan berbeda seperti pada gambar berikut.

TKA Biologi

Kedua wadah didiamkan dalam freezer pada suhu yang sama selama empat jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa es krim di wadah A membeku dan kental, sedangkan wadah B tetap lebih cair.
Pertanyaan manakah yang dapat dikembangkan Lili berdasarkan hasil percobaan tersebut? Tentukan Benar atau Salah terkait relevansi pertanyaan Lili berikut pada percobaan yang dilakukannya.
$$\begin{array}{|l|c|c|} \hline \textbf{Pernyataan} & \textbf{Benar} & \textbf{Salah} \\ \hline \text{Mengapa es krim dalam wadah B lebih cair daripada wadah A meskipun bahan dasarnya sama?} & & \\ \hline \text{Bagaimana penambahan potongan nanas segar dalam campuran es krim memengaruhi kekentalan es krim?} & & \\ \hline \text{Apakah penambahan gelatin berfungsi menetralisasi enzim dari buah nanas segar agar es krim tetap kental?} & & \\ \hline \end{array}$$

Soal Nomor 7

Seorang pria mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan cedera di bagian dada. Beberapa jam setelah kejadian, ia mulai merasakan nyeri tajam di salah satu sisi dada yang memburuk saat menarik napas, disertai sesak napas yang muncul secara tiba-tiba. Saat diperiksa, sisi dada tersebut tampak tidak mengembang saat bernapas dan suara napas terdengar sangat lemah. Dokter mendiagnosis adanya gangguan pada rongga dada yang menyebabkan penumpukan udara di luar paru-paru.
Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan hubungan antara gejala dan gangguan pernapasan yang dialami korban kecelakaan ini?

  1. Peradangan ringan pada selaput paru akibat iritasi pascatrauma menyebabkan nyeri dan sesak napas.
  2. Paru-paru kolaps terjadi akibat adanya udara yang bocor ke dalam rongga pleura dan menekan paru-paru.
  3. Cedera tulang dada menyebabkan otot diafragma melemah sehingga rongga dada tidak mampu mengembang.
  4. Penumpukan cairan pada alveolus akibat respons inflamasi dapat mengganggu pertukaran oksigen di paru-paru.
  5. Sumbatan saluran napas akibat benda asing bisa menurunkan suara napas dan menyebabkan sesak mendadak.

Soal Nomor 8

Murid kelas XI melakukan praktik memasak di dapur sekolah sebagai bagian dari proyek kewirausahaan pengolahan makanan. Ketika sedang mengiris sayuran dengan pisau dapur, jari salah satu murid tidak sengaja teriris hingga mengeluarkan darah.
Jika produksi protrombin dalam tubuh murid tersebut berkurang secara signifikan, apa dampak yang terjadi? Tentukan Benar atau Salah pada pernyataan berikut terkait akibat yang terjadi pada proses pembekuan darah pada murid tersebut.
$$\begin{array}{|l|c|c|} \hline \textbf{Pernyataan} & \textbf{Benar} & \textbf{Salah} \\ \hline \text{Darah terus mengalir karena trombokinase tidak dapat diubah menjadi benang fibrin.} & & \\ \hline \text{Luka lambat menutup karena protrombin tidak dapat diaktifkan menjadi trombin.} & & \\ \hline \text{Mempercepat pembekuan darah karena mengurangi aktivitas fibrinogen dalam mengalirkan darah.} & & \\ \hline \end{array}$$

Soal Nomor 9

Perhatikan ilustrasi percobaan berikut ini.

TKA Biologi

Seorang murid meneteskan larutan lugol ke dalam tiga cawan berisi bahan makanan yang telah dihaluskan, yaitu nasi, tahu, dan pisang. Hasil pengamatan menunjukkan nasi berubah warna menjadi biru kehitaman, tahu tidak menunjukkan perubahan warna yang signifikan, dan pisang berubah warna menjadi keunguan.
Pertanyaan apa yang ingin dijawab oleh murid melalui percobaan? Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pertanyaan berikut yang dapat dikembangkan berdasarkan ilustrasi hasil percobaan murid.
$$\begin{array}{|l|c|c|} \hline \textbf{Pernyataan} & \textbf{Benar} & \textbf{Salah} \\ \hline \text{Mengapa nasi menunjukkan warna biru kehitaman setelah ditetesi lugol?} & & \\ \hline \text{Bagaimana kandungan amilum pada pisang matang memengaruhi hasil uji?} & & \\ \hline \text{Apakah warna ungu menunjukkan bahwa tahu mengandung protein tinggi?} & & \\ \hline \end{array}$$

Soal Nomor 10

Lambung manusia menghasilkan asam klorida (HCl) dengan pH sangat rendah (sekitar 1,5–3,5). Selain berperan dalam pencernaan makanan, asam lambung juga mampu membunuh sebagian besar mikroorganisme patogen, seperti bakteri dan virus, yang masuk bersama makanan atau minuman sebelum sempat menginfeksi tubuh lebih lanjut.
Berdasarkan penjelasan tersebut, jenis kekebalan yang sedang bekerja pada tubuh saat asam lambung membunuh mikroorganisme tersebut adalah ….

  1. spesifik aktif, karena tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan mikroorganisme
  2. spesifik pasif, karena tubuh menerima asam dari luar untuk membunuh mikroorganisme
  3. nonspesifik kimiawi, karena tubuh menghasilkan zat dengan sifat asam sebagai garis pertahanan awal
  4. nonspesifik fisik, karena lambung menghalangi masuknya mikroorganisme secara mekanis
  5. seluler spesifik, karena melibatkan sel T dalam membunuh mikroorganisme

Soal Nomor 11

Setiap kali akan tampil berpidato di depan kelas, Rani mengalami gejala yang kurang mengenakkan. Jantungnya berdegup sangat kencang, muncul keringat dingin, tangannya gemetar, mulutnya terasa kering, napas menjadi lebih cepat, serta pupil matanya tampak melebar. Gejala-gejala ini biasanya muncul beberapa menit sebelum ia naik ke depan kelas dan berangsur hilang setelah beberapa menit ia mulai berbicara.
Reaksi tubuh seperti ini merupakan bagian dari respons “lawan atau lari” yang dipicu oleh sistem saraf simpatis. Dalam kondisi cemas, kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin ke aliran darah, sehingga memengaruhi kerja berbagai organ tubuh.
Manakah mekanisme kerja hormon adrenalin yang paling tepat sesuai dengan gejala yang dialami Rani?

  1. Otot polos pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke organ tertentu meningkat dan tekanan darah bertambah cepat.
  2. Kelenjar ludah mengurangi produksi air liur sehingga mulut terasa kering saat tubuh dalam kondisi siaga.
  3. Detak jantung menjadi lebih kuat sehingga jumlah darah yang keluar dari jantung berkurang dan otot tubuh bergetar.
  4. Otot polos iris mata berelaksasi sehingga pupil menyempit untuk meningkatkan fokus penglihatan.
  5. Gerakan otot saluran pencernaan dipercepat karena otot polosnya berkontraksi dan memperlancar proses pencernaan.

Soal Nomor 12

Selama lima tahun terakhir, petani di daerah persawahan intensif Karawang menggunakan pestisida sintetis secara terus-menerus untuk mengendalikan hama wereng dan ulat pada tanaman padi. Penyemprotan dilakukan secara rutin setiap minggu, bahkan pada saat serangan hama belum mencapai ambang ekonomis, karena petani ingin memastikan hasil panen tetap maksimal. Namun, pemantauan dari dinas pertanian menunjukkan adanya perubahan dalam komposisi biotik di lahan tersebut. Populasi lebah madu dan laba-laba pemangsa hama menurun drastis, sementara populasi wereng cokelat justru meningkat pesat pada musim tanam berikutnya.
Berdasarkan uraian tersebut, dampak yang paling mungkin terjadi terhadap keseimbangan ekosistem sawah adalah ….

  1. meningkatnya hasil panen karena pestisida mempercepat metabolisme tanaman padi
  2. ledakan populasi hama akibat hilangnya predator alami dan resistensi hama terhadap pestisida
  3. terbentuknya lapisan tanah subur yang mempercepat pertumbuhan akar tanaman padi
  4. bertambahnya populasi lebah madu karena berkurangnya kompetitor di lahan sawah
  5. terhambatnya pertumbuhan wereng cokelat akibat dominasi mikroba penyubur tanah

Soal Nomor 13

Seorang murid sudah lebih dari setahun mengonsumsi minuman energi dan obat pelangsing secara berlebihan tanpa resep dokter. Ia mulai merasakan perut membengkak, mudah lelah, kulit dan matanya menguning. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa murid tersebut mengalami kerusakan hati. Diagnosis mengarah pada sirosis yang berkembang sebagai dampak dari kontak jangka panjang dengan senyawa beracun.
Mengapa kebiasaan murid tersebut dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati sebagai organ ekskresi?

  1. Zat toksik dari obat dan minuman merusak sel hati dan mengganggu detoksifikasi tubuh.
  2. Konsumsi zat tertentu memicu peningkatan hormon ADH yang menghambat kerja hati.
  3. Lemak dalam obat pelangsing menumpuk di ginjal sehingga mengganggu penyaringan darah.
  4. Minuman energi merangsang kerja usus sehingga mempercepat penyerapan racun oleh hati.
  5. Obat pelangsing membuat pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran urine ke kantong kemih.

Soal Nomor 14

Rena, remaja berusia 15 tahun, gemar sekali minum minuman bersoda. Dalam setahun terakhir, Rena dapat mengonsumsi minuman kaleng bersoda 3–5 kaleng per minggu. Beberapa waktu lalu, ia merasakan giginya banyak yang keropos dan punggungnya terasa nyeri saat mengangkat tas. Setelah melalui pemeriksaan kepadatan tulang, didapatkan skor T $-1{,}5$ (normalnya skor T $\geq -1$) yang menunjukkan terjadinya osteopenia (penurunan kepadatan tulang) dan kadar kalsium darah yang rendah.
Berdasarkan gejala tersebut, manakah pernyataan yang menjelaskan gangguan regulasi hormon kalsitonin pada tubuh Rena?

  1. Minuman bersoda merusak struktur kimia hormon kalsitonin secara langsung sehingga aktivitas osteoklas meningkat.
  2. Kandungan fosfat tinggi dalam soda menurunkan kalsium darah sehingga sekresi kalsitonin ikut menurun.
  3. Kalsitonin meningkat karena adanya soda sehingga tulang menjadi keropos dan rapuh.
  4. Soda menghambat penyerapan kalsium di saluran pencernaan sehingga tidak dapat dihasilkan kalsitonin.
  5. Karbon dioksida pada soda menyebabkan darah miskin oksigen sehingga kalsitonin tidak diproduksi.

Soal Nomor 15

Sekelompok murid melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan gula terhadap laju fermentasi ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Larutan gula dengan 4 konsentrasi berbeda dicampurkan dengan ragi dalam botol tertutup yang dilengkapi balon untuk menampung gas CO₂ hasil fermentasi. Percobaan dilakukan dengan tiga kali ulangan untuk setiap konsentrasi, dan diameter balon diukur setelah 30 menit. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut.
$$\begin{array}{|c|c|c|c|} \hline \textbf{Konsentrasi Gula} & \textbf{Ulangan 1} & \textbf{Ulangan 2} & \textbf{Ulangan 3} \\ \hline 5\% & 2 & 2{,}2 & 2{,}1 \\ \hline 10\% & 4{,}5 & 4{,}8 & 4{,}6 \\ \hline 15\% & 6{,}8 & 1{,}5 & 6{,}9 \\ \hline 20\% & 7{,}0 & 7{,}2 & 7{,}1 \\ \hline \end{array}$$
Berdasarkan data hasil percobaan tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.
$$\begin{array}{|l|c|c|} \hline \textbf{Pernyataan} & \textbf{Benar} & \textbf{Salah} \\ \hline \text{Data pada konsentrasi 15\% ulangan ke-2 dapat dikategorikan sebagai data anomali karena menyimpang jauh dari dua ulangan lainnya pada konsentrasi yang sama.} & & \\ \hline \text{Seluruh data pada tabel tersebut valid dan dapat langsung digunakan untuk menarik kesimpulan tanpa perlu ditinjau ulang.} & & \\ \hline \text{Makin tinggi konsentrasi gula, makin besar diameter balon yang terbentuk, sehingga menunjukkan laju fermentasi yang semakin cepat.} & & \\ \hline \end{array}$$

Soal Nomor 16

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan spesies ikan lapis baja asal Amerika Selatan yang memiliki kemampuan bertahan hidup tinggi di berbagai kondisi perairan. Ikan ini awalnya masuk ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium yang berfungsi membersihkan lumut dan sisa pakan di dasar akuarium, tetapi kini menyebar secara luas di beberapa perairan umum seperti Sungai Citarum di Jawa Barat dan Rawa Pening di Jawa Tengah.
Pelepasliaran ikan ini di Sungai Citarum diduga terjadi karena rendahnya pemahaman masyarakat yang bosan memelihara ikan hias, lalu melepasnya ke perairan. Sifatnya sebagai omnivora pemakan alga dan detritus menyebabkan sapu-sapu mampu bertahan hidup di perairan dengan kualitas rendah sekalipun, serta berpotensi mendominasi ekosistem karena laju reproduksi yang tinggi dan minimnya predator alami. Meskipun populasinya melimpah, ikan ini kurang diminati untuk dikonsumsi karena tubuhnya yang keras berlapis pelat tulang dan dagingnya yang sedikit. Sementara itu, di Rawa Pening, masuknya ikan ini diduga terjadi secara tidak sengaja.
Pada masa awal budi daya perikanan di kawasan tersebut, beberapa pembudidaya ikan hias memelihara sapu-sapu sebagai ikan pembersih kolam. Selain itu, banjir yang beberapa kali terjadi diduga turut membawa ikan ini keluar dari kolam budi daya menuju perairan umum di sekitarnya. Baik di Sungai Citarum maupun Rawa Pening, populasi sapu-sapu meningkat pesat. Sapu-sapu diketahui membuat lubang-lubang di tepian sungai untuk bersarang, sehingga mempercepat kerusakan tanggul, serta bersaing merebut sumber makanan dengan ikan lokal seperti ikan mas dan ikan nila. Sebagai bentuk penanggulangan, masyarakat mulai memanfaatkan ikan ini untuk diolah menjadi tepung ikan atau pakan ternak, bertujuan mengurangi populasinya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi mengenai hama invasif tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai kerusakan ekologis yang ditimbulkan?

  1. Sapu-sapu menyebar di perairan Indonesia karena tingkat reproduksinya yang tinggi dan tidak adanya upaya pengendalian dari masyarakat.
  2. Rawa Pening menjadi lokasi utama penyebaran sapu-sapu karena adanya penebaran ikan secara sengaja oleh pemerintah.
  3. Masyarakat cenderung membiarkan sapu-sapu berkembang biak karena ikan tersebut dianggap tidak membahayakan ekosistem.
  4. Populasi sapu-sapu di perairan Indonesia meningkat pesat karena tidak memiliki predator alami dan mampu bertahan pada kondisi perairan yang buruk.
  5. Sapu-sapu di Sungai Citarum dan Rawa Pening sama-sama dibudidayakan untuk tujuan ekonomi oleh masyarakat setempat.

Soal Nomor 17

Raka, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, dalam tiga bulan terakhir sering mengompol kembali di malam hari padahal sebelumnya sudah tidak pernah, selalu merasa kehausan meskipun sudah banyak minum, nafsu makannya meningkat drastis, tetapi berat badannya justru terus menurun, dan ia sering mengeluh lemas serta pusing. Orang tuanya membawanya ke dokter, dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula darah puasa Raka mencapai 320 mg/dL, disertai adanya autoantibodi islet cell antibody (ICA) dan anti-insulin antibody dalam darahnya. Dokter menegakkan diagnosis diabetes melitus tipe 1 dan menjelaskan bahwa kondisi ini berbeda mekanismenya dengan diabetes melitus tipe 2 meskipun gejala yang muncul dapat tampak serupa.
Bagaimana mekanisme autoimun pada diabetes melitus tipe 1 yang diderita Raka dapat menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia)?

  1. Sel T sitotoksik menghancurkan sel alfa pankreas sehingga produksi glukagon meningkat tak terkendali.
  2. Autoantibodi berikatan dengan reseptor insulin di sel target sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.
  3. Sistem imun tubuh secara keliru menyerang dan merusak sel beta pankreas sehingga produksi insulin menurun drastis.
  4. Peradangan kronis pada jaringan pankreas menyumbat saluran keluarnya enzim pencernaan dan hormon insulin.
  5. Virus yang menginfeksi pankreas merusak seluruh jaringan eksokrin sehingga sekresi glukagon dan insulin terhenti.

Soal Nomor 18

Seorang bapak (55 tahun) yang memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol, tiba-tiba pingsan setelah mengeluh sakit kepala luar biasa hebat. Setelah siuman, sisi wajah kirinya tampak merot (asimetris) dan ia tidak mampu menggerakkan tangan kirinya sama sekali. Hasil CT-scan menunjukkan adanya perdarahan pada pembuluh darah di otak kanan akibat pecahnya pembuluh darah.
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.
$$\begin{array}{|l|c|c|} \hline \textbf{Pernyataan} & \textbf{Benar} & \textbf{Salah} \\ \hline \text{Kelumpuhan wajah dan tangan kiri terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak kanan menimbulkan tekanan dan kerusakan pada jaringan otak kanan yang mengontrol sisi tubuh kiri.} & & \\ \hline \text{Stroke yang dialami bapak tersebut termasuk jenis stroke iskemik, yaitu stroke akibat penyumbatan pembuluh darah oleh plak atau gumpalan darah.} & & \\ \hline \text{Darah yang keluar dari pembuluh yang pecah dapat menekan jaringan otak di sekitarnya dan mengganggu suplai oksigen ke sel-sel saraf, sehingga menyebabkan kerusakan sel otak.} & & \\ \hline \end{array}$$

Soal Nomor 19

Bu Aling sedang hamil 7 bulan, kehamilan keduanya setelah anak pertamanya lahir dua tahun lalu dengan jarak kehamilan yang cukup dekat. Belakangan ini, Bu Aling sering mengeluh cepat lelah saat beraktivitas ringan, kulit wajahnya tampak pucat, dan ia beberapa kali hampir pingsan saat bangun dari posisi duduk. Suaminya juga memperhatikan bahwa Bu Aling sering mengunyah es batu, sebuah kebiasaan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Saat kontrol ke bidan, hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin Bu Aling hanya 6,5 g/dL (normal untuk ibu hamil trimester ketiga adalah > 11 g/dL), disertai kadar feritin (cadangan zat besi) yang sangat rendah. Bidan menduga hal ini terkait jarak kehamilan yang dekat sehingga cadangan zat besi Bu Aling belum pulih sepenuhnya, ditambah pola makannya yang rendah sumber zat besi.
Berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan tersebut, bagaimana kondisi Bu Aling dapat memengaruhi janinnya?

  1. Kadar hemoglobin yang rendah membuat darah ibu mengalir lebih deras melalui plasenta sehingga janin berisiko mengalami kelebihan berat badan lahir.
  2. Kekurangan hemoglobin menyebabkan pasokan oksigen ke janin berkurang, sehingga berisiko mengganggu perkembangan otak dan organ janin serta meningkatkan risiko berat badan lahir rendah.
  3. Hemoglobin yang rendah membuat darah ibu menjadi lebih pekat sehingga aliran nutrisi ke janin justru meningkat drastis dan janin tumbuh lebih besar dari normal.
  4. Risiko utama hanya terjadi pada ibu saat persalinan berupa perdarahan hebat, sementara kondisi janin di dalam kandungan tidak akan terpengaruh sama sekali.
  5. Janin berisiko mengalami infeksi bakteri dalam rahim karena hemoglobin berperan sebagai bagian utama sistem imun yang melindungi janin dari patogen.

Soal Nomor 20

Farah (34 tahun) tiga tahun lalu pernah menjalani operasi pengangkatan kista endometriosis (kistektomi) pada ovarium kanannya. Setelah operasi, ia juga sempat mengalami infeksi pada organ panggul yang tidak segera ditangani secara tuntas. Saat ini, setelah dua tahun menikah tanpa menggunakan kontrasepsi, tetapi belum juga hamil, Farah menjalani pemeriksaan hysterosalpingography (HSG). Hasilnya menunjukkan tuba falopi kanan mengalami penyumbatan total akibat jaringan parut (adhesi), sedangkan tuba falopi kiri mengalami penyempitan, tetapi masih menunjukkan sedikit aliran cairan kontras. Dokter kandungan menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada Farah, dan fungsi tuba falopi kemungkinan besar tidak dapat kembali normal tanpa penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Farah, solusi mana saja yang tepat agar Farah dapat mengalami kehamilan?
Pilih pada setiap jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.

  • Melakukan program bayi tabung (in vitro fertilization [IVF]) dengan pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh.
  • Menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat jaringan parut (adhesiolisis) guna memperbaiki saluran tuba yang masih berpeluang berfungsi.
  • Mengonsumsi suplemen herbal pelancar peredaran darah agar sumbatan tuba falopi dapat terbuka secara alami.
  • Melakukan terapi hormon kesuburan dosis tinggi secara mandiri tanpa pengawasan dokter agar sel telur cepat matang dan sumbatan hilang.
  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis fertilitas untuk mengevaluasi kelayakan prosedur reproduksi berbantu (assisted reproductive technology) sesuai kondisi tuba falopinya.

Soal Nomor 21

Seorang koki bekerja di dapur restoran yang sempit dengan suhu sangat tinggi akibat banyaknya kompor yang menyala. Meskipun ia minum air yang cukup, ventilasi dapur kurang baik sehingga udara terasa sangat panas dan lembap. Setelah beberapa jam bekerja, ia tiba-tiba pingsan. Saat diperiksa, suhu tubuhnya mencapai ($40{,}9^{\circ}$C), kulit tampak kemerahan, dan denyut nadinya cepat. Koki tersebut didiagnosis mengalami serangan panas (heat stroke).
Apa penyebab utama kegagalan tubuh koki tersebut dalam mempertahankan suhu normalnya?

  1. Udara yang panas dan lembap menghambat penguapan keringat sehingga pelepasan panas dari tubuh menjadi tidak efektif.
  2. Suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga panas tubuh tidak dapat dikeluarkan.
  3. Keringat yang dihasilkan menyebabkan suhu tubuh terus meningkat karena membawa panas kembali ke dalam tubuh.
  4. Paparan suhu tinggi menyebabkan produksi panas tubuh berhenti sehingga suhu tubuh menjadi tidak stabil.
  5. Ventilasi yang buruk menyebabkan kadar oksigen menurun sehingga hipotalamus berhenti mengatur suhu tubuh.

Soal Nomor 22

Ideonella sakaiensis adalah bakteri tanah yang banyak dimanfaatkan dalam bioremediasi sampah plastik karena kemampuan mendegradasi polietilen tereftalat (PET) sebesar 60% dalam 6 minggu setelah diaplikasikan (dilepaskan ke lingkungan bebas). Bakteri Ideonella sakaiensis ini memiliki sistem enzimatis (enzim PETase dan MHETase) yang mampu memutus rantai polimer plastik PET menjadi asam tereftalat dan etilen glikol, dan jenis senyawa ini kemudian diubah oleh tubuh bakteri menjadi karbon dioksida dan air. Kemampuan ini membuat I. sakaiensis efektif membersihkan lingkungan dari limbah plastik.
Berdasarkan narasi tersebut, mekanisme utama apa yang menyebabkan bakteri Ideonella sakaiensis dapat membersihkan lingkungan dari sampah plastik?

  1. Mengubah logam berat dalam limbah plastik menjadi senyawa lebih aman melalui proses detoksifikasi.
  2. Mengubah plastik menjadi etanol dan karbon dioksida melalui fermentasi oleh enzim bakteri.
  3. Menggunakan senyawa hasil penguraian plastik sebagai sumber karbon dan energi untuk metabolismenya.
  4. Menyerap partikel plastik ke dalam dinding sel untuk dijadikan pelindung dari senyawa toksik di lingkungan.
  5. Mengubah senyawa plastik menjadi gas nitrogen (N₂) dan oksigen (O₂) melalui reaksi kimia dalam tanah.

Soal Nomor 23

Sekelompok murid melakukan percobaan terkait penetasan telur Artemia salina (udang air asin) pada berbagai tingkat salinitas (kadar garam) air. Terdapat 4 kelompok perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Setiap kelompok ulangan terdiri atas 25 telur Artemia. Variabel terikat pada penelitian ini adalah persentase telur menetas menjadi larva pada jam ke-36. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut.
$$\begin{array}{|c|c|c|c|} \hline \textbf{Kelompok} & \textbf{Ulangan 1} & \textbf{Ulangan 2} & \textbf{Ulangan 3} \\ \hline \text{A (10 ppt)} & 8 & 6 & 32 \\ \hline \text{B (20 ppt)} & 72 & 75 & 70 \\ \hline \text{C (30 ppt — kontrol)} & 92 & 95 & 90 \\ \hline \text{D (40 ppt)} & 85 & 22 & 25 \\ \hline \end{array}$$
Dari hasil tersebut, murid menarik kesimpulan bahwa “salinitas ekstrem dapat menghambat penetasan telur Artemia salina“. Namun, guru menolak kesimpulan tersebut dan menyatakan bahwa data pendukung tidak valid.
Apa yang menyebabkan data tersebut tidak dapat dikatakan valid?

  1. Jumlah telur setiap ulangan terlalu sedikit.
  2. Jam ke-36 telur belum sepenuhnya menetas.
  3. Rentang salinitas terbatas dan kurang ekstrem.
  4. Pengamatan pada waktu yang tidak sama.
  5. Terdapat data percobaan yang tidak konsisten (anomali) pada beberapa ulangan.

Soal Nomor 24

Seorang murid melakukan eksperimen untuk menguji hipotesisnya bahwa “pertumbuhan bibit cabai akan lebih cepat jika diberi pupuk kompos dibandingkan pupuk kimia atau tanpa pupuk sama sekali”. Ia menanam bibit cabai pada tiga pot berbeda: pot A (diberi pupuk kompos), pot B (diberi pupuk kimia), dan pot C (tanpa pupuk/kontrol). Ketiga pot diletakkan berdampingan di teras rumah dan disiram dengan volume air yang sama setiap hari. Pengamatan tinggi tanaman dilakukan selama 5 hari.
Pada hari ke-3, murid tersebut lupa bahwa pot B sempat terkena air hujan tambahan karena posisinya paling dekat dengan tepi teras yang tidak terlindungi atap. Berikut hasil pengamatannya.
$$\begin{array}{|c|c|c|c|} \hline \textbf{Hari ke-} & \textbf{Pupuk Kompos (A)} & \textbf{Pupuk Kimia (B)} & \textbf{Tanpa Pupuk (C)} \\ \hline 1 & 0 & 0 & 0 \\ \hline 2 & 0{,}8 & 0{,}6 & 0{,}4 \\ \hline 3 & 1{,}9 & 2{,}3 & 0{,}7 \\ \hline 4 & 2{,}7 & 2{,}5 & 1{,}0 \\ \hline 5 & 3{,}6 & 2{,}8 & 1{,}3 \\ \hline \end{array}$$
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, pernyataan yang paling tepat untuk menghubungkan hasil analisis data dengan hipotesis awal adalah ….

  1. data mendukung hipotesis karena pada hari terakhir, tinggi tanaman pada pot A (pupuk kompos) paling besar dibandingkan dua perlakuan lainnya.
  2. hipotesis sebaiknya ditolak karena pada hari ke-3, pertumbuhan pot B (pupuk kimia) sempat melampaui pot A (pupuk kompos).
  3. hipotesis tidak terbukti karena seluruh tanaman tetap tumbuh meskipun tanpa diberi pupuk sama sekali.
  4. data belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hipotesis secara pasti karena terdapat variabel luar (air hujan tambahan pada pot B) yang tidak terkontrol dan tidak ada pengulangan (replikasi) pot untuk tiap perlakuan.
  5. hipotesis perlu direvisi karena selisih pertumbuhan antara pupuk kompos dan pupuk kimia pada hari kelima tergolong sangat kecil sehingga dianggap tidak bermakna.

Soal Nomor 25

Di suatu area persawahan seluas 3 hektar ditemukan berbagai organisme yang cukup beragam, yaitu tanaman padi, tanaman eceng gondok, keong mas, walang sangit, laba-laba, katak sawah, dan ular sawah. Populasi tanaman padi mendominasi wilayah tersebut dengan sebaran eceng gondok di saluran irigasi sekitarnya. Selain itu, walang sangit juga banyak ditemukan menempel pada bulir-bulir padi yang mulai menguning.
Dengan mencermati peran ekologis dari setiap organisme yang ditemukan di persawahan tersebut, bentuk interaksi yang dapat terjadi adalah ….

  1. walang sangit mengisap cairan bulir padi untuk mendapatkan energi dan nutrisi.
  2. laba-laba menyerang katak sawah untuk mempertahankan wilayahnya.
  3. eceng gondok dan tanaman padi saling bertukar mineral untuk pertumbuhan bersama.
  4. keong mas dan walang sangit bekerja sama membantu penyerbukan tanaman padi.
  5. ular sawah memanfaatkan naungan tanaman padi untuk tumbuh tanpa merugikan.

Soal Nomor 26

Seorang atlet berlari sprint sejauh 400 meter dengan kecepatan maksimal. Selama aktivitas tersebut, otot rangka bekerja sangat keras sehingga kebutuhan oksigen meningkat drastis melebihi kemampuan sistem peredaran darah dalam menyuplai oksigen ke sel-sel otot. Akibatnya, sel otot mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) secara lokal. Sel tubuh tetap memerlukan energi, tetapi suplai oksigen sebagai akseptor elektron akhir menjadi sangat terbatas. Kondisi ini mengakibatkan rantai transpor elektron dalam mitokondria tidak berjalan optimal.
Dampak utama kondisi tersebut terhadap aktivitas metabolisme sel otot atlet tersebut adalah ….

  1. rantai transpor elektron bekerja lebih cepat untuk mengimbangi kebutuhan energi.
  2. produksi ATP melalui glikolisis meningkat karena fermentasi asam laktat menjadi jalur utama energi.
  3. NADH langsung diubah menjadi asetil KoA untuk digunakan dalam siklus Krebs.
  4. siklus Krebs tetap berlangsung secara maksimal, tidak bergantung pada oksigen.
  5. konsentrasi oksigen dalam sitoplasma meningkat karena penggunaan yang efisien.

Soal Nomor 27

Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau endemik Indonesia yang kini berstatus kritis dan hanya ditemukan di beberapa kawasan hutan Pulau Sumatra. Populasinya terus menurun akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit yang mengganggu habitat alaminya. Keragaman genetik yang rendah meningkatkan risiko penyakit dan menurunkan peluang kelangsungan hidup keturunannya. Selain itu, konflik dengan manusia akibat perburuan liar menyebabkan perubahan perilaku yang menghambat reproduksi.
Dengan mencermati informasi tersebut, pernyataan manakah yang berkaitan dengan penurunan populasi harimau sumatra dan faktor penyebabnya?
Pilih pada setiap jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.

  • Perburuan dan perdagangan ilegal kulit serta organ tubuh yang mengancam keberlangsungan spesies harimau sumatra.
  • Deforestasi dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan yang mengurangi ruang jelajah harimau sumatra.
  • Perubahan pola migrasi yang menyebabkan distribusi populasi lebih tersebar dan sulit dilacak.
  • Gangguan ekosistem akibat masuknya spesies lain ke habitat sumatra sehingga meningkatkan kompetisi.
  • Minimnya variasi genetik membuat harimau menjadi sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Soal Nomor 28

Seorang siswa mengamati preparat jaringan tumbuhan di bawah mikroskop. Ia menemukan sel-sel berbentuk memanjang dengan dinding sel yang menebal oleh lignin dan berfungsi mengangkut air serta mineral dari akar menuju daun. Jaringan yang diamati siswa tersebut adalah ….

  1. floem
  2. xilem
  3. epidermis
  4. parenkim
  5. kolenkim

Soal Nomor 29

Seorang peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi laju fotosintesis pada tanaman air. Pada percobaan pertama, tanaman diletakkan di bawah lampu dengan intensitas cahaya rendah. Pada percobaan kedua, intensitas cahaya ditingkatkan hingga dua kali lipat. Akan tetapi, jumlah gelembung oksigen yang dihasilkan tidak bertambah. Setelah kadar CO₂ dalam air ditingkatkan, jumlah gelembung oksigen meningkat secara signifikan.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, simpulan yang paling tepat adalah ….

  1. intensitas cahaya tidak memengaruhi laju fotosintesis pada tanaman air.
  2. pada kondisi awal, intensitas cahaya bukan lagi faktor pembatas, melainkan konsentrasi CO₂.
  3. peningkatan konsentrasi CO₂ menyebabkan respirasi sel meningkat sehingga menghasilkan lebih banyak oksigen.
  4. fotosintesis hanya dipengaruhi oleh konsentrasi CO₂, sedangkan cahaya tidak berpengaruh.
  5. penambahan CO₂ meningkatkan jumlah kloroplas sehingga laju fotosintesis bertambah.

Soal Nomor 30

Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun mulai mengalami sejumlah perubahan pada tubuhnya. Ia mengalami pertumbuhan tinggi badan yang cukup pesat dalam satu tahun terakhir, mulai tumbuh payudara, siklus menstruasi pertamanya baru saja terjadi, serta pola tidurnya mulai berubah menjadi lebih sering terjaga hingga larut malam. Selain itu, ia juga mulai merasakan perubahan suasana hati yang lebih sering berubah-ubah menjelang siklus menstruasi berikutnya.
Berdasarkan uraian tersebut, hormon manakah yang berperan dalam perubahan kondisi tubuh yang dialami remaja tersebut?
Pilih pada setiap jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.

  • Estrogen, karena berperan dalam perkembangan ciri kelamin sekunder seperti pertumbuhan payudara.
  • Progesteron, karena berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.
  • Hormon pertumbuhan (growth hormone), karena berperan dalam peningkatan tinggi badan pada masa pubertas.
  • Insulin, karena berperan dalam pengaturan kadar gula darah yang memengaruhi suasana hati.
  • Melatonin, karena berperan dalam pengaturan siklus tidur yang dialami remaja tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *