Soal dan Pembahasan – Matematika Ekonomi (Tingkat SMA/Sederajat)

       Matematika Ekonomi (atau kadang disebut sebagai Matematika Keuangan) adalah salah satu cabang matematika terapan dalam bidang ekonomi. Matematika Ekonomi dipelajari secara mendasar mulai dari tingkat SD (persentase, diskon, untung rugi), kemudian dikembangkan pada tingkat SMP (bruto tara neto, harga jual dan harga beli), dan terakhir dipelajari secara lebih mendalam pada tingkat SMA terutama untuk pelajar dari jurusan IPS/Keuangan. 
       Matematika Ekonomi banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga wajar saja bila banyak orang yang mempelajarinya terutama mereka yang berkecimpung dalam bidang manajemen atau pemasaran (marketing). Untuk itu, berikut disajikan materi singkat beserta soal dan pembahasannya mengenai materi ini, yang tingkat kesulitannya setara dengan tingkat SMA, bahkan ada beberapa soal yang dimunculkan dalam perkuliahan/perguruan tinggi, sehingga sangat cocok untuk dijadikan referensi atau sumber belajar.

Konsep Aritmetika Sosial

  1. Aritmetika sosial (social arithmetic) adalah salah satu cabang matematika yang mengkaji secara khusus mengenai penggunaan matematika dalam kehidupan sosial, misalnya masalah harga beli, harga jual, diskon, untung, rugi, bruto, tara, neto, dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa aritmetika sosial adalah bagian dari matematika ekonomi. Sekadar catatan, penulisan kata yang benar adalah ARITMETIK (atau ARITMETIKA pada barisan), bukan ARITMATIK (tidak baku).
  2. Untung (profit), yaitu keadaan di mana harga jual lebih tinggi daripada harga beli. 
    Besarnya keuntungan = harga jual- harga beli. 
  3. Rugi (loss), yaitu keadaan di mana harga jual lebih rendah daripada harga beli. 
    Besarnya kerugian = harga beli- harga jual. 
  4. Tara (tare), yaitu berat kemasan suatu produk.
  5. Neto (netto) atau disebut juga berat bersih, yaitu berat produk tanpa dihitung berat kemasannya. 
  6. Bruto (gross) atau disebut juga berat kotor, yaitu jumlah dari tara dan neto. Secara matematis, ditulis bruto = tara + neto. 
  7. Diskon (discount), yaitu potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli atas pembelian suatu barang. Suatu barang akan gratis bila mendapat diskon sebesar 100%. 
  8. Rabat (rebate), yaitu potongan harga yang diberikan perusahaan produk kepada agen penjual/grosir/distributor atas pembelian barang dalam jumlah yang besar. 
  9. Harga jual (selling price) , yaitu besarnya biaya yang dibebankan kepada pembeli atas kepemilikan suatu barang. 
  10. Harga beli (buying price), yaitu besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memiliki suatu barang.
  11. Diskonto (bank discount), yaitu potongan (diskon) yang diberikan bank (dalam satuan persen) atas suatu surat berharga karena pembayaran sebelum jatuh tempo.

Hubungan antara harga jual (S) dan harga beli (B) serta keuntungan (P) sebesar p% dinyatakan oleh
S=B+PS=B+p100×B=B(1+p100)=B(100+p100)

Konsep Perubahan Nilai Modal

  1. Bunga (interest), yaitu jasa berupa uang dari suatu pinjaman atau modal yang diberikan (dibayarkan) pada akhir jangka wakti yang telah disepakati. 
  2. Modal (principal), yaitu sejumlah uang yang dipinjamkan dari pihak lain atau sejumlah uang yang diinvestasikan pada suatu perusahaan. 
  3. Nilai tunai, yaitu uang yang diterima pada penerimaan pinjaman atau uang yang disetorkan pada modal awal.
  4. Nilai akhir (modal akhir), yaitu uang yang harus dibayar pada akhir jangka waktu suatu pinjaman atau uang yang akan diterima pemilik modal setelah jangka waktu tertentu dari modal yang telah ditanamkan. 
  5. Suku bunga (interest rates), yaitu besarnya bunga dalam persen. 
  6. Persen di atas seratus, yaitu pecahan murni yang selisih pembilang dan penyebutnya seratus. Secara matematis, ditulis p100+p
  7. Pecahan murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih besar dari penyebutnya. 
  8. Persen di bawah seratus, yaitu pecahan yang jumlah pembilang dan penyebutnya seratus. Secara matematis, ditulis p100p.
  9. Bunga tunggal/bunga sederhana (simple interest), yaitu bunga yang muncul pada akhir jangka waktu tertentu yang tidak memengaruhi modal (modalnya tetap). Bunga tunggal ada 2 macam, yaitu
    a) Bunga tunggal eksak, yaitu bunga tunggal yang didasarkan pada jumlah hari dalam satu tahun dengan tepat (1 tahun = 365 hari jika tahun nonkabisat atau 1 tahun = 366 hari jika tahun kabisat). 
    b) Bunga tunggal biasa, yaitu bunga tunggal yang dihitung dengan asumsi setiap bulannya dianggap 30 hari (berarti 1 tahun ada 360 hari). 
    Jika suatu modal M dibungakan dengan suku bunga tunggal p% per tahun, maka besar bunga i dirumuskan sebagai berikut. 
    Setelah t tahun, i=p100×Mt
    Setelah n bulan, i=p100×M×n12
    Setelah w hari, i=p100×M×w360
    (Jika tanpa keterangan, 1 tahun dianggap 360 hari)
    Jika dalam suatu soal tidak disebutkan jenis bunganya (tidak ada keterangan), maka bunga itu dianggap sebagai bunga tunggal (simple interest). Selain itu, karena bunga bersifat menambah jumlah modal, maka

    Nilai akhir (modal akhir) = modal awal + bunga
    Jika yang diketahui adalah nilai akhir (Na) dari suatu modal M yang dibungakan tunggal p% per tahun, maka besarnya bunga i dirumuskan sebagai berikut. 
    Masa pengembalian t tahun, 
    i=tp100+tp× Na
  10. Bunga majemuk/bunga berbunga (compound interest), yaitu bunga yang muncul pada akhir jangka waktu tertentu dan memengaruhi besarnya modal periode sebelumnya.
  11. Pajak (tax), yaitu pungutan wajib berupa uang yang diberikan atas kepemilikan suatu barang, pendapatan, pembelian/penjualan, dan sebagainya.

Metode Perhitungan Bunga Tunggal

1. Metode Pembagi Tetap
Digunakan jika suku bunga tunggalnya merupakan faktor dari 360. Jika 1 tahun dianggap 360 hari, suku bunganya p%=p100, modalnya M, dan waktu pengembalian selama t hari, maka
I=p100×M×t360=Mt100:360p
Mt100 disebut angka bunga dan 360p disebut pembagi tetap, serta I disebut sebagai jumlah bunga. Jadi, 
Jumlah bunga=Jumlah angka bungaPembagi tetap

2. Metode Persen yang Sebanding
Digunakan jika suku bunga tunggal bukan faktor 360, 1 tahun dianggap 360 hari, suku bunga p%, dan waktu pengembalian selama t hari. Metode ini mirip dengan Metode Pembagi Tetap, hanya saja suku bunganya dipecah menjadi 2 suku bilangan yang salah satunya merupakan faktor 360. Misalkan p=a+b, dengan a faktor 360. Hitung dulu jumlah bunga dengan suku bunga a%, seperti Metode Pembagi Tetap. Langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah bunga dengan suku bunga b%, yaitu dengan rumus
ba× Jumlah bunga  
Jumlah dari keduanya merupakan jumlah bunga yang dicari.

3. Metode Persen yang Seukuran
Digunakan jika satu tahun dianggap 365 hari. Dengan demikian, agar pembagi tetap merupakan bilangan bulat, salah satu suku bunga yang dapat langsung dihitung seperti dalam Metode Pembagi Tetap adalah 5% (Pembagi tetap = 365/5=73). Tetapi, untuk suku bunga tidak demikian sehingga kita harus memanipulasi suku bunga ini dalam bentuk binom.

4. Perhitungan Bunga dengan Menggunakan Kesatuan Persen
Cara ini digunakan di Inggris, sehingga juga dinamakan Sistem Inggris. Cara ini dapat dipakai jika suku bunga tunggal 5% dan 1 tahun = 365 hari. 
Bunga=MW100×5365=MW100×173=MW10000×10073
Karena 10073 mendekati (1+13+130+1300), maka bunga dapat dinyatakan sebagai
Bunga=MW10000(1+13+130+1300)

Konversi

1 semester = 6 bulan
1 caturwulan = 4 bulan
1 kuartal atau 1 triwulan = 3 bulan
per annum = per tahun

Penulisan Simbol Rupiah

Penulisan nominal rupiah yang benar: diawali Rp, kemudian langsung diikuti oleh nominal angkanya tanpa spasi atau titik, dan terakhir ditambah 2 angka di belakang koma. Pemisah ribuan (thousands seperator) menggunakan tanda titik, sedangkan penanda desimal (decimal mark) menggunakan tanda koma. Sebagai contohnya, Rp250.000,00 (baca: dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Simbol

Simbol (approximately– kira-kira) digunakan sebagai penanda adanya pembulatan bilangan. Misalnya, 83,45683,5 (dibulatkan ke atas, sesuai aturan pembulatan).

Quote by Bob Sadino

Saat kau patok masa depanmu hanya dengan ukuran uang, saat itu pula masa depanmu melayang.

Bagian Pilihan Ganda

Soal Nomor 1

Hana menabung uang sebesar Rp500.000,00 dengan suku bunga tunggal sebesar 5,5% per tahun yang dibayarkan setiap 6 bulan sekali. Berapakah saldo tabungan Hana jika dia mengambil uangnya setelah 42 bulan?
A. Rp692.500,00
B. Rp695.000,00
C. Rp697.500,00
D. Rp700.000,00
E. Rp715.000,00

Pembahasan

Soal Nomor 2

Pak Juni meminjam uang sebesar Rp12.000.000,00 di sebuah bank dengan suku bunga tunggal 6,5% per tahun. Lama pinjaman Pak Juni jika beliau mengembalikan uang pinjaman tersebut sebesar Rp15.900.000,00 adalah
A. 3 tahun                   D. 6 tahun
B. 4 tahun                   E. 10 tahun
C. 5 tahun

Pembahasan

Soal Nomor 3

Jika suatu modal sebesar Rp15.000.000,00 dibungakan dengan bunga tunggal sebesar 1,2% per bulan, maka dalam waktu berapa bulan agar modalnya menjadi 2 kali lipat banyaknya dari modal semula?
A. 64                    C. 84                   E. 96
B. 72                    D. 86

Pembahasan

Soal Nomor 4

Pak Mizi membeli secara kredit sebuah sepeda motor dengan uang muka (down payment) sebesar Rp2.000.000,00, sisanya Rp10.000.000,00 diangsur selama 4 tahun. Tingkat suku bunga kredit flat sebesar 18%. Berapa total kredit Pak Mizi yang harus dibayar selama 4 tahun kredit?
A. Rp16.800.000,00
B. Rp17.200.000,00
C. Rp17.600.000,00
D. Rp18.000.000,00
E. Rp20.000.000,00

Pembahasan

Soal Nomor 5

Pak Sukardi menyimpan uang Rp2.000.000,00 ke sebuah bank yang memberi bunga majemuk 5% per tahun. Setelah beberapa tahun ternyata uangnya telah menjadi Rp2.431.012,50, tetapi ia lupa berapa lama ia menyimpan uang itu. Berapa tahun Pak Sukardi menyimpan uangnya di bank?
A. 2 tahun                   D. 5 tahun
B. 3 tahun                   E. 6 tahun
C. 4 tahun

Pembahasan

Soal Nomor 6

Sejumlah uang yang disimpan dengan bunga majemuk menjadi dua kali lipat jumlahnya dalam waktu 4 tahun. Dalam berapa tahun jumlah uang itu akan menjadi empat kali lipat?
A. 5 tahun                   D. 8 tahun
B. 6 tahun                   E. 10 tahun
C. 7 tahun

Pembahasan

Soal Nomor 7

Selisih suku bunga majemuk dan bunga tunggal pada uang Rp10.000,00 dalam rentang waktu 2 tahun sebesar Rp25,00. Berapa tingkat suku bunga per tahunnya?
A. 2%                  C. 4%                E. 8%
B. 3%                  D. 5%

Pembahasan

Soal Nomor 8

Return adalah keuntungan dari suatu investasi. Sebagai contoh, jika investasi berupa tabungan di bank, return adalah bunga bank; jika investasi berupa kepemilikan saham di suatu perusahaan, return dapat berupa kenaikan harga saham maupun hasil bagi keuntungan perusahaan. Jika return yang diperoleh diinvestasikan kembali, berlaku hubungan berikut. 
1+R=(1+r)t
dengan R adalah return dalam jangka waktu t dan r adalah tingkat return per unit waktu. 
Ayah berinvestasi pada suatu perusahaan sebesar Rp10.000.000,00 dengan return 15% per tahun. Saat pembagian keuntungan di tiap akhir tahun, ayah menginvestasikan kembali keuntungan tersebut. Di akhir tahun ke-t, investasi ayah di perusahaan tersebut bernilai Rp15.200.000,00 (pembulatan ke ratusan ribu terdekat). Diketahui log1,52=0,18 dan log1,15=0,06. Nilai t adalah
A. 2                     C. 4                    E. 6
B. 3                     D. 5                 

Pembahasan

Soal Nomor 9

Setiap tahun harga jual tanah di sebuah kompleks perumahan mengalami kenaikan 20% dari tahun sebelumnya, sedangkan harga jual bangunannya mengalami penurunan 5% dari tahun sebelumnya. Apabila sebuah rumah (tanah dan bangunan) 5 tahun yang lalu dibeli dengan harga 280 juta rupiah dan perbandingan harga jual tanah terhadap bangunan pada saat pertama kali membeli adalah 4:3, maka harga jual rumah tersebut saat ini di kompleks tersebut adalah
A. (160(65)4+120(1920)4) juta rupiah
B. (160(65)5+120(1920)5) juta rupiah
C. (120(65)4+160(1920)4) juta rupiah
D. (120(65)5+160(1920)5) juta rupiah
E. (160(25)4+120(1920)4) juta rupiah

Pembahasan

Bagian Uraian

Soal Nomor 1

Hengky meminjam uang sebesar Rp60.000,00 dengan suku bunga majemuk 5% setahun. Berapakah besar pinjaman yang harus dikembalikannya pada akhir tahun keempat?

Pembahasan

Soal Nomor 2

Jika Anda ingin memiliki uang sebesar $20,000 pada 3 tahun mendatang, berapa jumlah uang yang harus Anda investasikan dengan bunga 18% dimajemukkan secara:
a. tahunan? 
b. semesteran? 
c. kuartalan? 
d. bulanan?

Pembahasan

Soal Nomor 3

Seorang pelajar berencana untuk menabung di koperasi yang keuntungannya dihitung setiap semester. Apabila jumlah tabungan menjadi 2 kali lipat dalam 5 tahun, tentukan besar tingkat suku bunga per tahun.

Pembahasan

Soal Nomor 4

Tentukan:
a. 7% di atas 100 dari Rp428.000,00;
b. 10% di bawah 100 dari Rp50.000,00.

Pembahasan

Soal Nomor 5

Harga barang setelah didiskon 17% adalah Rp43.990,00. Tentukan besarnya diskon yang diberikan dan harga barang sebelum diskon.

Pembahasan

Soal Nomor 6

Suatu barang dijual dengan harga Rp3.300.000,00 (sudah termasuk pajak sebesar 10%). Tentukan besarnya pajak dan harga barang itu sebelum kena pajak.

Pembahasan

Soal Nomor 7

Suatu modal sebesar Rp10.000.000,00 diinvestasikan selama 2 tahun dengan besar suku bunga 10%. Tentukan besar modal jika modal dibungakan majemuk:
a. setiap tahun;
b. setiap bulan;
c. setiap setengah tahun (semester);
d. setiap 3 bulan.

Pembahasan

Soal Nomor 8

Suatu modal sebesar Rp5.000.000,00 dibungakan dengan suku bunga majemuk sebesar 4% per tahun. Tentukan besar modal setelah 14,5 tahun.

Pembahasan

Soal Nomor 9

Pak Ali menabung Rp1.000.000,00 di suatu bank dengan suku bunga tunggal sebesar 4% per tahun. Pak Budi juga menabung Rp1.000.000,00 di bank yang sama dengan suku bunga majemuk 4% per tahun. Setelah 5 tahun, tabungan siapakah yang lebih banyak?

Pembahasan

Soal Nomor 10

Diketahui pinjaman atas suatu modal sebesar Rp48.000.000,00 dengan angsuran Rp2.960.000,00 dan bunga 2% per bulan. Pada bulan berapakah pinjaman itu lunas?

Pembahasan

Soal Nomor 11

Farly meminjam uang dengan sistem diskonto 3% per bulan. Jika ia hanya menerima sebesar Rp4.850.000,00, tentukan besar pinjaman yang harus dikembalikan setelah 1 bulan.

Pembahasan

Soal Nomor 12

Setiap akhir bulan, mulai bulan Mei 2018, Sukardi menabung di bank sebesar Rp500.000,00. Jika bank memperhitungkan suku bunga majemuk 2,5%/bulan, tentukan jumlah tabungan Sukardi pada akhir bulan Juni 2019.

Pembahasan

Soal Nomor 13

Setiap akhir bulan, Ibu Ningsih menabung sebesar Rp400.000,00 pada sebuah bank yang memberikan suku bunga majemuk 0,5% per bulan. Dengan bantuan petunjuk berikut, tentukan jumlah uang Ibu Ningsih pada akhir bulan ke-15.
(Petunjuk: 1,00514=1,0723; 1,00515=1,0777; dan 1,00516=1,0831)

Pembahasan

Soal Nomor 14

Setiap awal bulan, Arif menabung di bank sebesar Rp200.000,00 dan memperoleh bunga majemuk sebesar 1% per bulan. Jika bank tidak membebankan biaya administrasi dan dengan menggunakan petunjuk berikut, tentukan besar simpanan Arif selama satu tahun. (Petunjuk: (1,01)12=1,1268)

Pembahasan

Soal Nomor 15

Sukardi menabung Rp1.000,000,00 di bank yang memberi suku bunga majemuk 8% per tahun. Berapakah tabungan Sukardi setelah 2 tahun 3 bulan?

Pembahasan

Soal Nomor 16

Hitunglah bunga dari modal Rp2.500.598,67 yang disimpan pada sebuah bank dengan bunga 5% selama 165 hari.

Pembahasan

Soal Nomor 17

Di bawah ini adalah tabel dari nasabah koperasi simpan pinjam yang memberikan suku bunga tunggal 12% per tahun dan 1 tahun dianggap 360 hari.
No.NNJPJWP1ARp7 juta50 hari2BRp4,5 juta120 hari3CRp8,5 juta40 hari4DRp2,5 juta150 hari5ERp5,5 juta70 hari
Keterangan: NN = Nama Nasabah; JP = Jumlah Pinjaman; JWP = Jangka Waktu Pengembalian.
Tentukan jumlah seluruh bunga yang diterima koperasi tersebut.

Pembahasan

Soal Nomor 18

Tentukan jumlah bunga dari modal-modal berikut dengan dasar bunga tunggal 4% per tahun. 
a. Rp200 ribu dibungakan selama 70 hari;
b. Rp150 ribu dibungakan selama 50 hari;
c. Rp75 ribu dibungakan selama 40 hari.

Pembahasan

Baca Juga: Materi, Soal, dan Pembahasan – Fungsi Permintaan, Penawaran, Konsumsi, dan Tabungan

Soal Nomor 19

Perhatikan tabel Jumlah Pinjaman (JP) uang dan Jangka Waktu Pengembalian (JWP) berikut. 
No.JPJWP1Rp2,8 juta45 hari2Rp1,75 juta90 hari3Rp4,5 juta60 hari4Rp3,6 juta80 hari5Rp2,5 juta90 hari6Rp1,5 juta150 hari
Jika suku bunga tunggal yang diberikan sebesar 13% dan 1 tahun dianggap 360 hari, hitunglah jumlah bunga yang diperoleh.

Pembahasan

Soal Nomor 20

Perhatikan tabel Jumlah Pinjaman (JP) uang dan Jangka Waktu Pengembalian (JWP) berikut. 
No.JPJWP1Rp1 juta50 hari2Rp8 juta100 hari3Rp4,5 juta60 hari4Rp2 juta120 hari5Rp2,5 juta90 hari
Jika suku bunga tunggal yang diberikan sebesar 4,5% dan 1 tahun dianggap 365 hari, hitunglah jumlah bunga yang diperoleh.

Pembahasan