Materi, Soal, dan Pembahasan – Relasi Rekurens Homogen Linear dengan Koefisien Konstan

Relasi rekurens homogen linear dengan koefisien konstan

Relasi rekurens (recurrence relation), kadang disebut sebagai relasi pengulangan, adalah persamaan yang secara rekursif mendefinisikan barisan yang sukunya ditentukan oleh satu atau beberapa suku sebelumnya. Banyak sekali masalah yang dapat dimodelkan dalam relasi rekurens, misalnya kasus kelahiran kelinci dan teka-teki Menara Hanoi. 

Menara Hanoi

Kasus Kelinci

Relasi rekurens memiliki bentuk yang bermacam-macam. Saat membahas relasi rekurens, kita berupaya untuk mencari solusinya, yaitu barisan yang dinyatakan secara eksplisit, bukan rekursif, dan merepresentasikan suku-suku yang sama sebagaimana dinyatakan oleh relasi rekurens tersebut. Beberapa di antaranya dapat dengan mudah diselesaikan secara iteratif atau menggunakan cara tertentu yang juga ampuh. Namun, ada juga relasi rekurens yang sulit untuk diselesaikan. 

Di antara itu semua, sejumlah relasi rekurens dengan kriteria tertentu dapat diselesaikan dengan menggunakan prosedur yang sistematis. Kita namai relasi rekurens homogen linear dengan koefisien konstan. Relasi rekurens tersebut menyatakan suku dari suatu barisan sebagai kombinasi linear dari suku-suku sebelumnya. Ada dua alasan utama kita mempelajarinya secara mendalam. Pertama, banyak masalah yang dapat direpresentasikan sebagai relasi rekurens dengan kriteria seperti itu. Kedua, relasi rekurens tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang sistematis. Kita mendefinisikannya sebagai berikut.

Definisi: Relasi Rekurens Homogen Linear dengan Koefisien Konstan

Relasi rekurens homogen linear berderajat k dengan koefisien konstan (linear homogeneous recurrence relation of degree k with constant coefficients) adalah relasi rekurens berbentuk
an=c1an1+c2an2++ckankdengan c1,c2,,ck merupakan bilangan real dan ck0.

Relasi Rekurens Berderajat k

Relasi rekurens an dikatakan berderajat k jika an dinyatakan dalam k suku sebelumnya pada barisan.
Contoh:

  1. an=3an1 merupakan relasi rekurens berderajat 1.
  2. an=5an23an1 merupakan relasi rekurens berderajat 2.
  3. an=12an5 merupakan relasi rekurens berderajat 5.

Relasi Rekurens Linear

Relasi rekurens an berderajat k dikatakan linear jika ekspresi ani berpangkat satu untuk setiap 1ik.

Perhatikan contoh dan noncontoh berikut.

  1. an=4an1 merupakan relasi rekurens linear.
  2. an=5an1+3an22 bukan relasi rekurens linear karena ekspresi an2 berpangkat dua.
  3. an=(7an3)3+5an1 bukan relasi rekurens linear karena ekspresi an3 berpangkat tiga.

Relasi Rekurens Homogen

Relasi rekurens an dikatakan homogen (homogeneous) jika tidak ada ekspresi yang berdiri sendiri tanpa melibatkan suku sebelumnya dari barisan.

Perhatikan contoh dan noncontoh berikut.

  1. an=10an1+5an2 merupakan relasi rekurens homogen.
  2. an=4an3+7an110 bukan relasi rekurens homogen karena keberadaan ekspresi 10.
  3. an=4an2+7n bukan relasi rekurens homogen karena keberadaan ekspresi 7n.

Relasi Rekurens dengan Koefisien Konstan

Relasi rekurens an berderajat k dikatakan berkoefisien konstan jika setiap koefisien dari ekspresi ani dengan 1ik merupakan konstanta yang nilainya tidak bergantung pada n.

Perhatikan contoh dan noncontoh berikut.

  1. an=2an3 merupakan relasi rekurens berderajat 3 dengan koefisien konstan.
  2. an=nan2+4an1 merupakan relasi rekurens berderajat 2 dengan koefisien tidak konstan. Hal ini dikarenakan koefisien an2 yang tidak berupa konstanta, yaitu n.
  3. an=(2n3)an5+an2+an1 merupakan relasi rekurens berderajat 5 dengan koefisien tidak konstan. Hal ini dikarenakan koefisien an5 yang tidak berupa konstanta, yaitu 2n3.

Menyelesaikan Relasi Rekurens Homogen Linear dengan Koefisien Konstan

Pendekatan dasar yang bisa dipakai untuk menyelesaikan relasi rekurens homogen linear adalah dengan mencari solusi berbentuk an=rn dengan r sebagai konstanta. Perhatikan bahwa an=rn merupakan solusi dari relasi rekurens an=c1an1+c2an2++ckankjika dan hanya jika
rn=c1rn1+c2rn2++ckrnk.Ketika kedua ruas pada persamaan di atas dibagi oleh rnk, kemudian ruas kanan dijadikan nol, diperoleh
rkc1rk1c2rk2ck1rck=0.Akibatnya, barisan {an} dengan an=rn merupakan solusi dari relasi rekurens jika dan hanya jika r merupakan solusi dari persamaan terakhir. Persamaan terakhir di atas selanjutnya dinamakan persamaan karakteristik (characteristic equation), sedangkan solusinya disebut sebagai akar karakteristik (characteristic root).

Teorema 1

Misalkan c1 dan c2 merupakan bilangan real. Misalkan juga persamaan karakteristik r2c1rc2=0 memiliki dua akar berbeda r1 dan r2. Barisan {an} merupakan solusi dari relasi rekurens an=c1an1+c2an2 jika dan hanya jika an=α1r1n+α2r2n untuk n{0,1,2,} serta α1 dan α2 merupakan konstanta.

Teorema 2

Misalkan c1 dan c2 merupakan bilangan real dengan c20. Misalkan juga persamaan karakteristik r2c1rc2=0 memiliki akar kembar r0. Barisan {an} merupakan solusi dari relasi rekurens an=c1an1+c2an2 jika dan hanya jika an=α1r1n+α2nr2n untuk n{0,1,2,} serta α1 dan α2 merupakan konstanta.

Teorema 3

Misalkan c1,c2,,ck merupakan bilangan real. Misalkan juga persamaan karakteristik rkc1rk1ck=0memiliki k akar berbeda r1,r2,,rk. Barisan {an} merupakan solusi dari relasi rekurens an=c1an1+c2an2++ckankjika dan hanya jika
an=α1r1n+α2r2n++αkrkn untuk n{0,1,2,} serta α1,α2,,αk merupakan konstanta.

Teorema 4

Misalkan c1,c2,,ck merupakan bilangan real. Misalkan juga persamaan karakteristik rkc1rk1ck=0memiliki k akar berbeda r1,r2,,rk dengan multiplisitas berturut-turut m1,m2,,mt sehingga mi1 untuk i{1,2,,t} dan m1+m2++mt=k. Barisan {an} merupakan solusi dari relasi rekurens an=c1an1+c2an2++ckankjika dan hanya jika
an= (α1,0+α1,1n++α1,m11nm11)r1n+(α2,0+α2,1n++α2,m21nm21)r2n++(αt,0+αt,1n++αt,mt1nmt1)rtnuntuk n{0,1,2,} serta αi,j merupakan konstanta dengan 1it dan 0jmi1.

Artikel ini ditulis berdasarkan beberapa sumber, termasuk sumber berbahasa Inggris. Salah satu sumber yang digunakan adalah buku “Discrete Mathematics and Its Applications” yang ditulis oleh Kenneth H. Rosen. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi kesalahan penafsiran, padanan untuk beberapa kata/istilah diberikan dalam tabel berikut.

No.Bahasa IndonesiaBahasa Inggris1.Relasi RekurensRecurrence Relation2.HomogenHomogeneous3.KonstantaConstant4.Persamaan KarakteristikCharacteristic Equation5.Akar KarakteristikCharacteristic Root6.Barisan RekursifRecursive Sequence7.Menara HanoiTower of Hanoi8.Barisan FibonacciFibonacci Sequence9.Barisan LucasLucas Sequence10.Kondisi AwalInitial Condition11.Nilai AwalInitial Value12.Untaian BitBitstring


Berikut ini merupakan soal dan pembahasan mengenai relasi rekurens homogen linear dengan koefisien konstan. Semoga dapat dijadikan referensi untuk memantapkan penguasaan materi.

Baca: Soal dan Pembahasan – Relasi Rekurens dengan Fungsi Pembangkit

Quote by Merry Riana

Jadilah pemuda yang memberi solusi, menebarkan inspirasi, menoreh banyak prestasi, dan menghadirkan motivasi.

Bagian Pilihan Ganda

Soal Nomor 1

Diketahui relasi rekurens an=5an1 untuk n1. Pernyataan berikut yang tidak tepat mengenai relasi rekurens tersebut adalah

  1. an merupakan relasi rekurens berderajat 1
  2. an merupakan relasi rekurens dengan koefisien konstan
  3. an merupakan relasi rekurens homogen
  4. an merupakan relasi rekurens linear
  5. Jika a0=5, maka nilai dari a3 sama dengan 125

Pembahasan

Soal Nomor 2

Manakah dari relasi rekurens berikut yang termasuk relasi rekurens homogen linear berderajat 3 dengan koefisien konstan?
A. an=3an1+4an2+5an3.
B. an=4an3+8.
C. an=8an2+9an4.
D. an=3an1+7an22.
E. an=n2an1+7an29an3.

Pembahasan

Soal Nomor 3

Diketahui relasi rekurens an=4an13an2 untuk n2 dengan nilai awal a0=5 dan a1=8. Nilai dari a5 adalah
A. 44                          D. 368
B. 125                        E. 612
C. 366

Pembahasan

Soal Nomor 4

Solusi dari relasi rekurens an=2an1 untuk n1 dengan a0=3 adalah
A. an=2n                         
B. an=3n                         
C. an=23n
D. an=32n
E. an=22n

Pembahasan

Soal Nomor 5

Solusi dari relasi rekurens an=an1+2an2 untuk n2 dengan a0=2 dan a1=7 adalah
A. an=32n
B. an=32n+(1)n
C. an=32n(1)n
D. an=23n(1)n
E. an=3n+3(1)n

Pembahasan

Soal Nomor 6

Solusi dari relasi rekurens an=6an19an2 untuk n2 dengan a0=1 dan a1=6 adalah
A. an=3n+3n                            
B. an=3n+(3)n+1                             
C. an=3n+n(3)n+1
D. an=3nn(3)n
E. an=3n+n(3)n

Pembahasan

Soal Nomor 7

Diketahui solusi dari relasi rekurens an=5an16an2 untuk n2 dengan a0=1 dan a1=0 adalah an=ABnCDn untuk suatu A,B,C,DZ dengan B<D. Nilai dari A+B+C+D=
A. 6                   C. 10                 E. 14
B. 8                   D. 12

Pembahasan

Soal Nomor 8

Solusi dari relasi rekurens an=6an111an2+6an3 untuk n3 dengan a0=2, a1=5, dan a2=15 adalah an=ABCn+23n untuk suatu A,B,CZ. Nilai dari A+B+C=
A. 1                    C. 3                   E. 7
B. 2                    D. 5

Pembahasan

Soal Nomor 9

Solusi dari relasi rekurens an=2an1+an22an3 untuk n3 dengan a0=3, a1=6, dan a2=0 adalah an=α+β(2)n2(γ)n untuk suatu α,β,γZ. Nilai dari α+β+γ=
A. 3                    C. 6                 E. 8
B. 4                    D. 7

Pembahasan

Soal Nomor 10

Solusi dari relasi rekurens an=7an2+6an3 untuk n3 dengan a0=9, a1=10, dan a2=32 adalah an=α(3)n+β(1)n+γ(2)n untuk suatu α,β,γZ. Nilai dari α+β+γ=
A. 6                   C. 9                   E. 12
B. 8                   D. 10

Pembahasan

Soal Nomor 11

Solusi dari relasi rekurens an=5an24an4 untuk n4 dengan a0=3, a1=2, a2=6, dan a3=8 adalah an=δn+ϕn+σ untuk suatu δ,ϕ,σZ dengan δ>ϕ. Nilai dari δϕ+σ=
A. 1                     C. 3                   E. 6
B. 2                    D. 4

Pembahasan

Soal Nomor 12

Solusi dari relasi rekurens 3an=6an1+9an2 untuk n2 dengan a0=5 dan a1=5 adalah an=AB(C)n untuk suatu A,B,CZ. Nilai dari A+B+C=
A. 5                     C. 7                   E. 10
B. 6                     D. 8

Pembahasan

Soal Nomor 13

Suatu barisan bilangan real a1,a2,a3, memenuhi a1=1, a2=35, dan 1an=2an11an2 untuk n3. Bilangan a2.020 dapat ditulis sebagai pq dengan p dan q bilangan asli relatif prima. Nilai dari p+q adalah
A. 1.347                          D. 2.021
B. 1.348                          E. 4.044
C. 2.020

Pembahasan

Soal Nomor 14

Solusi dari relasi rekurens an=6an112an2+8an3 dengan a0=5, a1=4, dan a2=88 adalah an=(A292n+232n2)Bn. Nilai dari A+B=
A. 3                     C. 5                    E. 9
B. 4                     D. 7

Pembahasan

Bagian Uraian

Soal Nomor 1

Periksa apakah {an} dengan rumus eksplisit berikut merupakan solusi dari relasi rekurens an=3an1+4an2 untuk nilai awal yang diberikan.

  1. an=0 dengan a0=a1=0.
  2. an=1 dengan a0=a1=1.
  3. an=(4)n dengan a0=1 dan a1=4.
  4. an=2(4)n+3 dengan a0=5 dan a1=5.

Pembahasan

Soal Nomor 2

Tentukan solusi dari setiap relasi rekurens berikut.

  1. an=an1+6an2 untuk n2 dengan a0=3 dan a1=6.
  2. an=7an110an2 untuk n2 dengan a0=2 dan a1=1.
  3. an=6an18an2 untuk n2 dengan a0=4 dan a1=10.

Pembahasan

Soal Nomor 3

Tentukan solusi dari setiap relasi rekurens berikut.

  1. an=4an14an2 untuk n2 dengan a0=6 dan a1=8.
  2. an=4an14an2 untuk n2 dengan a0=0 dan a1=1.
  3. an=an24 untuk n2 dengan a0=1 dan a1=0.

Pembahasan

Soal Nomor 4

Tentukan rumus eksplisit dari barisan Fibonacci.
Catatan: Barisan Fibonacci memenuhi relasi rekurens fn=fn1+fn2 dengan nilai awal f0=0 dan f1=1.

Pembahasan

Soal Nomor 5

Tentukan rumus eksplisit dari barisan Lucas.
Catatan: Barisan Lucas memenuhi relasi rekurens fn=fn1+fn2 dengan nilai awal f0=2 dan f1=1.

Pembahasan

Soal Nomor 6

Tentukan bentuk umum dari solusi relasi rekurens homogen linear jika persamaan karakteristiknya memiliki akar berikut.

  1. 1,1,1,1, 2,2,2, 3,3,4.
  2. 1,1,1,2, 2,5,5,7,7.

Pembahasan

Soal Nomor 7

Selesaikan sistem relasi rekurens berikut.
{an=3an1+2bn1bn=an1+2bn1dengan a0=1 dan b0=2.

Pembahasan

Soal Nomor 8

Sepasang kelinci (jantan dan betina) muda dilepas di suatu pulau terpencil. Asumsikan mereka dapat bertahan hidup di sana, tidak dapat mati, dan tidak ada predator. Sepasang kelinci tidak akan memiliki anak sampai mereka berumur dua bulan. Sesudah berumur dua bulan, sepasang kelinci akan mempunyai sepasang anak (jantan dan betina) setiap bulannya. Nyatakan banyaknya pasangan kelinci di pulau itu pada bulan ke-n.

Pembahasan

Soal Nomor 9

Tentukan relasi rekurens beserta nilai awalnya yang merepresentasikan banyaknya untaian bit dengan panjang n yang tidak memuat bit 0 secara berurutan.

Pembahasan

Soal Nomor 10

Pada suatu sistem komputer, untaian digit desimal (string of decimal digits) dianggap sebagai kata sandi yang valid jika untaian desimal tersebut memuat sejumlah genap digit 0. Sebagai contoh, 188123788 dan 000012482958 merupakan kata sandi yang valid. Namun, 120992329010 tidak valid karena digit 0 muncul sebanyak tiga kali.
Tentukan relasi rekurens beserta nilai awalnya yang merepresentasikan banyaknya untaian desimal dengan panjang n yang memuat sejumlah genap digit 0.

Pembahasan

Soal Nomor 11

Diberikan untaian bit dengan panjang n.

  1. Tentukan relasi rekurens yang menyatakan banyaknya untaian bit dengan panjang n yang memuat untaian 01.
  2. Tentukan nilai awalnya.
  3. Berapa banyak untaian bit dengan panjang tujuh yang memuat untaian 01?

Pembahasan

Soal Nomor 12

Misalkan terdapat n anak tangga.

  1. Tentukan relasi rekurens yang menyatakan banyaknya cara menaiki n anak tangga oleh seseorang jika orang tersebut dapat menaiki 1,2, atau 3 anak tangga sekaligus.
  2. Tentukan nilai awalnya.
  3. Berapa banyak cara yang dapat dilakukan orang tersebut untuk menaiki 8 anak tangga?

Pembahasan

Soal Nomor 13

Papan persegi panjang berukuran n×2 akan ditutup dengan menggunakan papan-papan kecil berukuran 1×2 (dapat dirotasi menjadi 2×1) dan/atau 2×2.

  1. Tentukan an, yaitu banyaknya cara untuk menutup papan berukuran n×2 dengan menggunakan dua jenis papan kecil tersebut.
  2. Berikan formula eksplisit dari an.

Pembahasan