Mengulur Tali Semangat dalam Pengelolaan Sampah

Buku-buku sains kerap menjuluki Bumi sebagai planet air. Beberapa referensi menyebut Bumi sebagai planet hijau karena diselimuti oleh suburnya rumput dan pepohonan. Planet keempat dalam urutan Tata Surya ini telah melahirkan tak terhitung banyaknya kehidupan, mikro maupun makro. Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang pasti: Bumi adalah planet kesayangan kita semua.

Gaungkan #KamiSayangBumi
Gambar 1. Gaungkan #KamiSayangBumi

Pada abad ke-21 ini, Bumi memerlukan bantuan karena ia menghadapi musuh bebuyutan akibat eksistensi manusia yang “menumpang” dengannya. Musuh bebuyutan itu kita kenal sebagai sampah. Ya, satu kata dengan enam huruf, gampang untuk dirangkai, tetapi membawa berbagai lara dalam lintas kehidupan. Sampah merupakan sisa buangan dari produk/barang yang kehilangan nilai guna, tetapi berpotensi untuk dapat didaur ulang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa total timbulan sampah dalam setahun mencapai sekitar 67,8 juta ton/tahun dan diprediksi akan terus meningkat (KLHK, 2020). 

Lebih parahnya lagi, Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan penambahan limbah medis (masker, jarum suntik, kemasan obat, dll) yang sangat signifikan. Masker medis umumnya tidak bisa digunakan berulang kali sehingga langsung dibuang begitu saja. Para aktivis pecinta lingkungan menyarankan agar kita lebih baik menggunakan masker kain, tetapi dengan tetap memperhatikan faktor sanitasi.

Gambar 2. Peningkatan produksi limbah medis menjadi salah satu masalah yang muncul pada saat masa Pandemi Covid-19

Berbicara tentang sampah, 21 Februari merupakan tanggal krusial karena diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Tanggal tersebut dijadikan sebagai titik tolak dan pembakar semangat untuk menjadikan negara tercinta kita, Indonesia, sebagai negara yang bersih, maju, dan sejahtera. HPSN dijadikan sebagai koridor utama untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik. 

Peduli lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya
Gambar 3. Peduli lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya

Sampah organik (biodegradable waste) merupakan sampah yang berasal dari sisa atau unsur makhluk hidup sehingga mudah untuk diuraikan. Meskipun begitu, pengelolaan yang tidak tepat pada sampah organik juga bisa berdampak buruk pada lingkungan. Salah satunya adalah membuang sampah organik dalam keadaan tertutup rapat menggunakan kantong plastik. Solusi jitu yang ditawarkan untuk mengurangi dampak negatif dari eksistensi sampah organik adalah dengan mengolahnya menjadi kompos. Nilai tambahnya, kompos dapat menyuburkan tanah dan menumbuhkan Si Hijau. Solusi lain adalah dengan mengolahnya menjadi eco enzyme yang secara ilmiah dapat memberikan sejuta manfaat.

Gambar 4. Sampah organik memiliki nilai guna ketika diubah menjadi kompos
Gambar 5. Kegiatan workshop eco enzyme yang dilakukan di lingkungan SMA Santo Paulus Pontianak (Sumber gambar: dokumentasi penulis)
Gambar 6. Para guru dan karyawan sekolah diajak untuk membuat eco enzyme dengan menggunakan kulit sayur dan buah (Sumber gambar: dokumentasi penulis)

Berbeda 180 derajat dengan sampah organik, sampah anorganik (inorganic waste) adalah jenis sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup sehingga sulit sekali untuk diuraikan oleh alam, bahkan ada yang tidak bisa diuraikan sama sekali, seperti stirofoam. Sikap peduli lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk tata kelola sampah anorganik perlu digenjot, misalnya dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).  Selain itu, beberapa negara maju seperti Denmark telah mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah dengan mengonversikannya menjadi sumber energi listrik yang melibatkan proses konversi termal, analog dengan apa yang dikisahkan dalam film animasi Amerika Serikat yang berjudul Miles from Tomorrowland.

Waktu yang diperlukan alam untuk menguraikan sampah (Sumber data: www.ptsse.co.id)
Tabel 1. Waktu yang diperlukan alam untuk menguraikan sampah (Sumber data: www.ptsse.co.id)

   Proses pengembalian sampah yang sulit didaur ulang dengan cara yang ramah lingkungan dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (landfill site), atau biasa disingkat TPA. Banyak orang beranggapan bahwa TPA merupakan singkatan dari Tempat Pembuangan Akhir sehingga semua jenis sampah dianggap akan berakhir di sana, padahal hanya sampah residu (sampah yang sulit didaur ulang) yang seharusnya berakhir di TPA. Pernyataan ini diperkuat oleh studi yang menunjukkan bahwa 69% total sampah di Indonesia berakhir di TPA (KLHK, 2016).

Produksi sampah pada akhirnya kian meningkat dan berbanding lurus dengan pertambahan penduduk. Beberapa titik (spot) acap kali dijadikan tempat pembuangan sampah, bahkan parit dan sungai menjadi sasaran si “tukang sampah”. Air pun tercemar. Tak lama, banjir pun datang “menyapa” terutama di musim hujan. 

Daur ulang sampah merupakan salah satu kegiatan pengelolaan sampah yang patut dipertimbangkan
Gambar 7. Daur ulang sampah merupakan salah satu kegiatan pengelolaan sampah yang patut dipertimbangkan

Untungnya, perusahaan yang berkontribusi dalam produksi limbah harus menaati kebijakan Extended Producer Responsibility Indonesia. Menurut Lindhqvist (2006), Extended Producer Responsibility (EPR) atau Tanggung Jawab Produsen secara Berkelanjutan adalah prinsip kebijakan perlindungan lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan yang berasal dari siklus hidup produk dengan memperluas tanggung jawab produsen atas siklus hidup produknya dengan penarikan kembali dan pemusnahan akhir dari sisa produk tersebut pasca penjualan. Sederhananya, EPR merupakan pendekatan kebijakan yang diperuntukkan kepada perusahaan, baik secara fisik maupun finansial, untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah sebagai residu hasil produksinya.

Sampahku adalah tanggung jawabku! Kuncinya adalah kesadaran masing-masing individu. Sosialisasi terkait dampak negatif dari tata kelola sampah yang buruk perlu digalakkan. Kabar baiknya, terdapat komunitas dan aktivis yang gencar memberikan wawasan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, bahkan ada juga yang menawarkan layanan pengelolaan sampah. Salah satu komunitas tersebut adalah Waste4Change.

Waste4Change (Baca: Waste For Change) adalah perusahaan yang bergerak dalam layanan pengelolaan sampah. Dikenal sebagai pemberi layanan Waste Management Indonesia, perusahaan yang dicetuskan pertama kali pada tahun 2014 ini memiliki misi untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA. Dengan mendepankan nilai integritas, solutif, bertanggung jawab, kolaboratif, dan peduli, sudah banyak sekali penghargaan yang diterima oleh Waste4Change atas kontribusinya dalam penanganan dan pengelolaan sampah demi mewujudkan #IndonesiaBebasSampah.

Waste4Change menawarkan berbagai layanan yang dapat membantu kita dalam misi mengurangi polusi sampah. Perusahaan dengan basis di Provinsi Jawa Barat ini mengedepankan layanan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Layanan tersebut diperuntukkan baik bagi individu (rumah tangga) maupun perusahaan. 

Gambar 8. Personal Waste Management merupakan salah satu layanan yang ditawarkan oleh Waste4Change (Sumber gambar: waste4change.com)

Untuk layanan individu, Waste4Change menawarkan program Recycle With Us yang terdiri dari beberapa subprogram, antara lain Sprite #LihatDenganJernih, Send Your Waste, dan Drop Your Waste. Layanan lainnya adalah Personal Waste Management, yaitu layanan pengangkutan sampah anorganik langsung dari rumah klien. Untuk layanan perusahaan, Waste4Change menawarkan lima program, yaitu program Waste Collection Services, Extended Producer Responsibility, Solid Waste Management Research, Community Development, dan Training.

Today Quote

Jika Anda bukan orang sembarangan, maka jangan buang sampah sembarangan.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2020. Indonesia Memasuki Era Baru Pengelolaan Sampah. Online. Diakses melalui https://www.menlhk.go.id/site/single_post/2753/klhk-indonesia-memasuki-era-baru-pengelolaan-sampah pada tanggal 17 Maret 2021 pukul 20.18 WIB.

Lindhqvist, Thomas. Tojo, Naoko, dan Van Rossem, Chris. 2006. Extended Producer Responsibility: an Examination of its Impact on Innovation and Greening Product. The European Environmental Bureau.

PT. SSE. 2017. Berapa Lama Sampah Bisa Hancur?. Online. Diakses melalui https://ptsse.co.id/berita/detail/berapa-lama-sampah-bisa-hancur pada tanggal 15 Maret 2021 pukul 10.34 WIB.

Waste4Change. 2021. Personal Waste Management. Online. Gambar diambil dari https://waste4change.com/official/service/personal-waste-management pada tanggal 18 Maret 2021 pukul 19.58 WIB.

#Waste4Change

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change.
Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021.

Nama penulis: Sukardi.

 

18 Replies to “Mengulur Tali Semangat dalam Pengelolaan Sampah”

  1. Semoga kita semua semakin bijak dalam melakukan pengelolaan sampah.

    Terima kasih atas artikelnya.

    #BijakKelolaSampah
    #KamiSayangBumi

  2. Artikelnya bagus banget ya pak, saya jadi tau pentingnya 3R untuk sampah, terutama pada fakta bahwa sampah plastik butuh waktu yang sangat amat lama agar bisa terurai bahkan ada yang tidak bisa teruraikan.

  3. Saya pribadi juga berusaha untuk menerapkan program zero waste agar sampah dapat berkurang. Meskipun hanya secuil, tapi at least it’s worth.

  4. Saya senang ketika anak muda berusaha untuk menginspirasi banyak orang melalui karya tulis, apalagi berurusan dengan lingkungan, yang dalam hal ini mengenai pengelolaan sampah. Semangat!

    #BijakKelolaSampah

  5. Luar biasa banget, pak. Saya menjadi lebih aware terhadap sampah. Terima kasih atas artikel yang keren ini.

    #bijakkelolasampah

  6. Sebagai seorang guru, saya, selalu berusaha mendidik siswa-siswi saya untuk peduli terhadap lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah.

    Terima kasih atas paparannya.

    #waste4change
    #bijakkelolasampah

  7. Waktu penguraian sampah dari kebutuhan sehari-hari kita ternyata lama banget supaya bisa terurai bahkan ada yang tidak bisa terurai. Kita harus bisa meningkatkan kesadaran kita akan sampah yang kita hasilkan setiap harinya. Semoga dengan adanya layanan pengelolaan sampah Waste4Change ini bisa membantu kita semua mengolah sampah secara bertanggung jawab dan dengan baik. Semangatt!

  8. “Jika Anda bukan orang sembarangan, maka jangan buang sampah sembarangan”.
    Keren banget quotesnya! Hahaha, ngena banget deh. 😂👍

    Ngeri juga lihat produk-produk dari plastik, dll yang waktu penguraiannya lama banget. 😱😱😱. Mungkin sebagian orang berpikiran bahwa mendaur ulang sampah itu hanya merepotkan saja, namun sebenarnya hasilnya itu luar biasa untuk bumi kita ke depannya.

    Semangat untuk Authornya! Terima kasih atas postingannya yang selalu bermanfaat dan menarik.

    #Wadidaw🤘
    #IndonesiaBebasSampah
    #KamiSayangBumi
    #BijakKelolaSampah
    #Waste4Change
    #3R

  9. “Sampahku adalah tanggung jawabku! Kuncinya adalah kesadaran masing-masing individu”
    Suka banget sama kalimat ini😍, Semoga dengan ini, semakin banyak manusia yg sadar akan pentingnya pengelolaan sampah di bumi🇮🇩 #SavetheEarth

  10. Gue pribadi berharap sampah tidak semakin menumpuk. Jangan sampai bumi kita semakin rusak. Thanks bro atas artikelnya ini.

    #KamiSayangBumi
    #BijakKelolaSampah

  11. Menghilangkan sampah dari Bumi memang terasa mustahil. Sampah tetap akan ada. Hal terpenting adalah kita mampu mengelola sampah tersebut dengan bijak.

    Terima kasih atas artikelnya. Sangat menarik dan informatif.

    #IndonesiaBebasSampah
    #KamiSayangBumi

Tinggalkan Balasan

Silakan beri tanggapan dan saran, tidak perlu sungkan. Mohon juga diinformasikan melalui kolom komentar ini bila ada kesalahan pengetikan sekecil apapun (typo atau bahasa latex yang error) atau kesalahan konsep dan pembahasan soal. Terima kasih. Ganbatte!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *